Kemunduran kolam renang ini mulai terlihat di pertengahan tahun 2000-an. Kemunculan banyak tempat wisata baru ditambah gempa besar 27 Mei 2006, membuat Tlogo Putri semakin sepi. Tahun 2015 kolam renang ini tutup sampai sekarang.
Savitri Damayanti punya kenangan tersendiri terhadap Kolam Renang Tlogo Putri. Seniman yang sempat dibesarkan di Kaliurang itu mengaku sangat sering berenang di sana. “Waktu masih SD saya lumayan sering ke situ. Ke kolam Tlogo Nirmolo juga,” kisahnya kepada Radar Jogja.
Dulu saat berenang di Tlogo Putri ia dan anak-anak Kaliurang tidak pernah dipungut biaya. Memang ada kebijakan seperti itu. “Lagi pula dulu orang Kaliurang tidak banyak seperti sekarang, jadi orang-orangnya saling kenal satu sama lain,” ujarnya.
Savitri mengenang saat kecil dulu, kondisi Kaliurang masih sangat dingin. Jadi ia biasa berenang ketika hari sudah siang. Agar suhunya menjadi sedikit lebih hangat.
Tlogo Putri sudah lama tutup. Kondisinya kini tidak terawat. Savitri punya harapan tersendiri mengenai kolam renang itu dan banyak bangunan bersejarah lain di DIJ.
Ia berharap objek wisata lama bisa dihidupkan kembali. Bisa juga ditambahkan narasi-narasi historis yang bisa memberikan pengunjung pengetahuan lebih mengenai sebuah tempat wisata. (kur/laz) Editor : Editor Content