Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Senang Bisa Belajar Bahasa Inggris Daring

Editor Content • Rabu, 11 November 2020 | 16:35 WIB
SANGAT TERBANTU: Sejumlah siswa tunanetra mengikuti uji coba kelas Bahasa Inggris secara daring di SLB A Yaketunis, Jogja, (10/11). Uji coba sebagai bagian dari persiapan kelas daring pada masa pandemi Covid-19..(GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA)
SANGAT TERBANTU: Sejumlah siswa tunanetra mengikuti uji coba kelas Bahasa Inggris secara daring di SLB A Yaketunis, Jogja, (10/11). Uji coba sebagai bagian dari persiapan kelas daring pada masa pandemi Covid-19..(GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Pandemi Covid-19 membuat sekolah-sekolah harus tutup, termasuk sekolah luar biasa (SLB). Kini, para penyandang disabilitas netra bisa belajar dari manapun dengan menggunakan sistem pembelajaran daring. Terutama untuk belajar Bahasa Inggris.

Yureka Education Center (YEC) dan SLB A Yaketunis mengadakan uji coba dan simulasi pelaksanaan kelas Bahasa Inggris online untuk para penyandang disabilitas netra. Proses simulasi itu berlangsung di SLB A Yaketunis, Selasa (10/11).

Dalam proses simulasi ini, ada tiga penyandang disabilitas netra. Mereka tampak antusias mengikuti pembelajaran daring ini. Kendati demikian, beberapa kendala masih dihadapi. Salah satunya memahami kata-kata Bahasa Inggris yang keluar dari telepon pintar mereka.

“Mungkin butuh lebih banyak waktu biar bisa paham. Tapi saya suka dengan web ini,” ujar Isawantoro, seorang penyandang disabilitas netra.
Para penyandang disabilitas netra itu belajar Bahasa Inggris pada level dasar. Misalnya memperbanyak pengetahuan kosa kata dan menyusun kalimat sederhana.

Endrati Jati Siwi selaku English Research and Development dari YEC mengungkapkan, program kelas online ini sebenarnya tidak untuk penyandang disabilitas netra saja. Melainkan semua penyandang disabilitas. “Kelas kami bisa diakses oleh teman-teman penyandang disabilitas dari smartphone masing-masing,” kata Siwi.

Namun diakui Siwi, penyandang disabilitas netra dan rungu memang membutuhkan perhatian khusus. Untuk penyandang disabilitas netra misalnya membutuhkan pendampingan paling tidak 10 hari untuk memahami bagaimana cara kerja kelas online itu. (kur/laz) Editor : Editor Content
#SLB #Pandemi Covid-19 #Jogja