Yureka Education Center (YEC) dan SLB A Yaketunis mengadakan uji coba dan simulasi pelaksanaan kelas Bahasa Inggris online untuk para penyandang disabilitas netra. Proses simulasi itu berlangsung di SLB A Yaketunis, Selasa (10/11).
Dalam proses simulasi ini, ada tiga penyandang disabilitas netra. Mereka tampak antusias mengikuti pembelajaran daring ini. Kendati demikian, beberapa kendala masih dihadapi. Salah satunya memahami kata-kata Bahasa Inggris yang keluar dari telepon pintar mereka.
“Mungkin butuh lebih banyak waktu biar bisa paham. Tapi saya suka dengan web ini,” ujar Isawantoro, seorang penyandang disabilitas netra.
Para penyandang disabilitas netra itu belajar Bahasa Inggris pada level dasar. Misalnya memperbanyak pengetahuan kosa kata dan menyusun kalimat sederhana.
Endrati Jati Siwi selaku English Research and Development dari YEC mengungkapkan, program kelas online ini sebenarnya tidak untuk penyandang disabilitas netra saja. Melainkan semua penyandang disabilitas. “Kelas kami bisa diakses oleh teman-teman penyandang disabilitas dari smartphone masing-masing,” kata Siwi.
Namun diakui Siwi, penyandang disabilitas netra dan rungu memang membutuhkan perhatian khusus. Untuk penyandang disabilitas netra misalnya membutuhkan pendampingan paling tidak 10 hari untuk memahami bagaimana cara kerja kelas online itu. (kur/laz) Editor : Editor Content