“Terkait dengan uji coba non-kendaraan bermotor di Malioboro yang sudah menjadi ikon Jogja, kami merasa perlu ada tindaklanjut dengan memberikan sedikit toleransi kepada kami kalangan pengusaha," ungkapnya.
Menurut Sadana, rata-rata omzet menurun hingga 80 persen. Bahkan beberapa toko merasakan tanpa transaksi dalam sehari. Jika kondisi tersebut terjadi setiap harinya, bukan tidak mungkin para pengusaha akan gulung tikar.
“Padahal ada sekitar 10.000 orang termasuk karyawan yang menggantungkan hidupnya di Malioboro,” ujarnya.
Koordinator Lapangan PPMAY Karyanto Yudomulyono menambahkan, pihaknya telah menggelar pertemuan antaranggota PPMAY. Mereka berharap dapat berdialog dengan pemerintah.
“Pada Selasa (10/11) kami akan sowan bareng ke Kepatihan, harapannya bisa bertemu Sultan. Agar keluh kesah kami ini bisa dimengerti oleh pembuat kebijakan,” katanya. (sky/tif) Editor : Editor News