Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

HB X Ingin Jadikan Malioboro Wisata Pedestrian

Editor News • Rabu, 4 November 2020 | 14:28 WIB
Photo
Photo
RADAR JOGJA -  Gubernur DIJ Hamengku Buwono X (HB X) berharap konsep semi pedestrian Malioboro bisa terealisasi sepenuhnya. Dia berharap kawasan wisata ini menjadi surga bagi pejalan kaki. Tak terganggu hilir mudik kendaraan bermotor yang melintas.

Persiapan kawasan pedestrian dilakukan sejak lama. Tak hanya terpusat di Malioboro, tapi juga wilayah Kotabaru. Harapannya wilayah-wilayah ini dapat memfasilitasi pejalan kaki. Khususnya menikmati destinasi wisata di Kota Jogja.

"Mau saya itu ya seperti di luar negeri. Misal masuk Malioboro, ya jalan kaki. Hanya masalahnya kita ini maunya nganter turis sampai pintu rumah sih akhirnya kesulitan. Harusnya kan tidak seperti itu," jelasnya, Selasa (3/11).

Pernyataan raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini menyikapi beberapa para pelaku usaha yang ingin mobilisasi wisatawan bisa masuk kawasan Malioboro. Terutama dalam memarkirkan kendaraan bermotornya.

Sayangnya kehendak ini tak dibarengi dengan persiapan dalam menyediakan lahan parkir bagi pengunjung atau wisatawan. Alhasil kondisi lalu lintas di pusat kawasan Malioboro menjadi tak tertata.

Walau begitu, HB X juga mengakui tak mudah mencari lahan kosong. Khususnya untuk digunakan sebagai kantong-kantong parkir di kawasan Malioboro. Fokusnya agar bisa menampung bus pariwisata di kawasan Malioboro.

"Tidak mudah cari ruang kosong disekitar itu (Malioboro). Masalahnya semakin banya kunjungan wisatawan naik bus tentu butuh ruang parkir yang luas. Solusinya ya wisata sambil jalan kaki, lalu bus parkir di luar Malioboro," katanya.

HB X turut menyampaikan data kendaraan wisata di pusat kota Jogjakarta. Tercatat ada sekitar 3.000 bus pariwisata yang singgah setiap bulannya. Berdasarkan data tersebut, setidaknya rata-rata ada sekitar 100 bus yang terparkir di wilayah Kota Jogja.

Melihat data tersebut, HB X mengakui tak mudah mencari lahan parkir. Terlebih dimensi bus pariwisata tergolong sedang hingga besar. Berbeda dengan ketersediaan lahan parkir bagi kendaran bermotor roda dua.

"Kalau setiap sebulan 3.000 bus juga susah itu. Kalau sepeda motor masih mudah tapi kalau bus dan mobil punya ruang yang lebih. Jadi memang harus punya lahan parkir luas, ini yang susah," ujarnya.

Terkait dampak ekonomi, pihaknya tengah menyiapkan wacana khusus. Salah satunya pengoptimalan Hotel Mutiara. Bangunan yang baru saja dibeli oleh Pemprov DIJ ini akan difungsikan sebagai sentra ekonomi Pedagang Kaki Lima (PKL).

"Kami carikan layout, makanya pengosongan hotel Mutiara ini kan jadi pilihan. Tidak lepas dari Malioboro karena ada kaitannya dengan kehidupan PKL yang lebih baik. Istilah saya perlu naik kelas," katanya. (dwi/tif) Editor : Editor News
#kawasan semi pedestrian #Malioboro