Ketua PBMY Parmin menjelasakan, sejak pandemi Covid-19 pengmudi becak motor tidak bekerja sehingga ekonominya tersendat. Namun sekitar 600 anggota PBMY belum masuk dalam daftar penerima bansos penanganan Covd-19.
“Kami ke sini meminta bansos, hampir 5 bulan belum tersentuh padahal sudah memasukkan data susulan dan program lainnya. Kami sudah sampaikan data dan kami desak ke pemda," jelasnya.
Parmin mengatakan, anggotanya sudah mengumpulkan syarat KK dan KTP namun tidak ada tindaklanjut dari kelurahan.
Ratusan pengemudi becak motor ini ditemui langsung oleh Wakil Ketua DPRD DIJ Huda Tri Yudiana. Huda mengatakan bahwa saat ini masalah penerima bansos masih diperbaiki. Pihaknya sudah meminta Pemprov DIJ untuk menambahkan dan memasukkan warga yang miskin akibat terdampak Covid. Kendati demikian dia tidak menjanjikan semua pengemudi becak motor mendapat bansos.
“Kami tak bisa janjikan karena masalah ini juga dialami puluhan ribu warga yang belum mendapat bantuan. Warga yang miskin gara-gara Covid-19 ini belum terakomodasi sepenuhnya. Ada puluhan ribu warga belum dapat, ini ditambah dari PBMY 665 orang,” bebernya.
Terkait izin beroperasi di kawasan Malioboro, Huda menyerahkannya ke instansi terkait dalam hal ini Dinas Perhubungan untuk memberikan solusi terbaik.
“Kalau misalnya menegur mungkin lebih halus, karena saat ini semua membutuhkan waktu untuk bangkit,” ungkapnya. (sky/tif) Editor : Editor News