RADAR JOGJA - Tidak membutuhkan waktu lama bagi Tavip Agus Rayanto meraih posisi eselon I. Setelah gagal terpilih dalam seleksi jabatan Sekprov DIJ pada November 2019 lalu, Tavip kini berhasil promosi ke pusat.
Mantan kepala Bappeda DIJ itu lolos dalam lelang jabatan sekretaris utama (Sestama) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Level Sestama BKKBN ini merupakan jabatan struktural eselon I/a. Atau satu tingkat lebih tinggi dibandingkan Sekprov DIJ sebagai jabatan struktural eselon I/b.
“Syukurlah Pak Tavip bisa dapat kepercayaan di pusat. Labuh labet (pengabdiannya, Red) untuk DIJ luar biasa. Terutama saat perjuangan UUK. Sayang jabatan puncak karir PNS di eselon I justru diraih tidak di Jogja,” ungkap seorang sumber di Kepatihan, Minggu(9/8).
Pelantikan Tavip sebagai Sestama BKKBN dilaksanakan hari ini di Jakarta. Pengambilan sumpah dilakukan Kepala BKKBN Hasto Wardoyo. Sejak beberapa hari lalu, Tavip yang mengemban jabatan terakhir sebagai kepala Dinas Perhubungan DIJ telah berada di ibu kota.
Informasi pelantikan Tavip telah beredar sejak minggu lalu. Seorang sumber penting di Kepatihan menceritakan, sejak awal Agustus kabar lolosnya Tavip sebagai Sestama BKKBN sudah diketahui. “Informasinya dari anggota tim penilai akhir (TPA),” cerita sumber itu.
Informasi itu bertambah kuat dengan beredarnya petikan Keputusan Presiden No.127/TPA Tahun 2020 yang ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 3 Juli 2020. Dalam keppres itu disebutkan Sestama BKKBN merupakan jabatan pimpin tinggi madya.
Tavip yang dihubungi kemarin membenarkan pengangkatan dirinya sebagai Sestama BKKBN. Dia mengaku telah bertemu dan berpamitan dengan Gubernur DIJ Hamengku Buwono X di Kepatihan.
Dalam pesannya, HB X mengingatkan agar Tavip menjaga amanah dengan tugas barunya tersebut. “Di samping itu memelihara integritas dan terus membawa semangat perubahan,” ceritanya.
Sekprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, segala hal terkait administrasi Tavip sebagai aparatur sipil negara (ASN) Pemprov DIJ telah diselesaikan. Tidak ada lagi persoalan menyangkut perpindahan status kepegawaian Tavip dari daerah ke pusat. “Tak ada masalah,” jelas Aji yang pernah menjadi rival Tavip saat seleksi Sekprov pada 2019 lalu. Dia juga mengucapkan selamat dan mendoakan koleganya dapat menjalankan amanat dengan baik.
Aji menambahkan, sejak awal gubernur telah mengetahui dan memberikan izin ke Tavip mengikuti lelang jabatan Sestama BKKBN. Lelang jabatan berlangsung sejak April lalu. Setelah melalui serangkan tes, Tavip lolos tiga besar yang diumumkan 4 Juni lalu. Dua calon lainnya, Nopian Andusti dan Sukaryo Teguh Santoso. Lelang Sestama ini dibarengkan dengan seleksi inspektur utama dan deputi keluarga berencana dan kesehatan reproduksi BKKBN.
Menanggapi dilantiknya Tavip itu, Sekretaris Komisi C DPRD DIJ Suparja ikut mengapresiasi. Dia juga mengucapkan selamat. “Namun jujur kami sangat kehilangan karena selama ini Pak Tavip menjadi mitra dan lawan diskusi yang luar biasa,” katanya.
Pengalaman itu terjadi sejak Tavip masih mengepalai Bappeda DIJ. Kemudian berlanjut menjadi kepala Dinas Perhubungan DIJ. Politikus asal Gunungkidul itu mengaku terkesan dengan kiprah Tavip semasa sama-sama membahas Raperda RPJMD 2017-2022. “Kami saat itu berdebat keras soal target dan persentase penurunan angka kemiskinan. Saya kebetulan ketua pansus dan tim eksekutif dipimpin Pak Tavip,” cerita Suparja.
Meski demikian, dia berharap gubernur segera dapat mencari pengganti Tavip untuk mengisi kursi kepala Dinas Perhubungan DIJ. Sebab dengan berpindahnya Tavip ke Jakarta, kekosongan jabatan eselon II di lingkungan Pemprov DIJ bertambah panjang.
Seminggu setelah pelantikan 10 pejabat eselon II/a dan II/b yang digelar Senin (3/8), kekosongan jabatan masih saja terjadi. Kini jumlah ada lima. Selain kepala dinas perhubungan, kekosongan juga terjadi pada dinas pertanian dan ketahanan pangan, dinas kebudayaan, asisten pemerintahan dan administrasi umum serta wakil kepala dinas pendidikan pemuda dan olahraga (disdikpora).
Jabatan asisten dan kepala dinas pertanian dan ketahanan pangan kosong karena pejabatnya Sigit Sapto Raharjo serta Arofa Noor Indriani pensiun.
Sedangkan dinas kebudayaan, pejabatnya Aris Eko Nugroho karena digeser menjadi paniradya kaistimewaan. Sedangkan wakil kepala disdikpora sejak struktur itu diresmikan 1 Januari 2019 sampai sekarang belum pernah diisi. Alias dibiarkan lowong selama hampir dua tahun. (kus/laz) Editor : Editor Content