Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Viral Simbah Jualan Salak, Ternyata Warga Jambon

Editor News • Senin, 20 Juli 2020 | 22:16 WIB
Photo
Photo
RADAR JOGJA - Jagad dunia maya dihebohkan dengan video seorang nenek berjualan salak di kawasan jalan Letjend S Parman, Patangpuluhan, Wirobrajan Kota Jogja. Ada dugaan ekploitasi manusia, bahwa sang nenek dimanfaatkan untuk berjualan salak.

Video ini viral di salah satu akun buzzer Instagram Jogjakarta, Minggu (20/7). Setidaknya ada tiga video dalam unggahan tersebut. Video pertama saat sosok simbah berjalan kaki dari barat menuju timur. Video kedua dan ketiga ketika seorang lelaki menjemput simbah dengan kendaraan sepeda motor bak terbuka roda 3.

Dalam postingan ini menjelaskan kronologi. Termasuk rutinitas sang Simbah yang kerap berjualan di wilayah Wirobrajan. Akun tersebut juga mencatumkan jenis kendaraan Viar dengan nomor polisi AB 2085 TQ.

"Benar, Simbah niku sering lewat daerah sini. Ya jualannya cuma berjualan salak itu. Cuma bawa dua tas kresek," jelas salah seorang warga jalan Letjend S. Parman, Sujasno, Senin (20/7).

Pria berusia 66 tahun menuturkan waktu simbah melintas tak pasti. Hanya saja kerap dilakukan rentang waktu siang hari. Daerah yang kerap disambangi hanya seputar jalan Letjend S. Parman.

Waktu penjemputan juga dalam rentang waktu yang sama. Hanya saja dia tak mengenal sosok penjemput. Pastinya adalah seorang pria yang kerap mengendarai Viar nopol AB 2085 TQ.

"Tidak tahu dia anaknya atau bukan. Tapi Simbah memang sempat bilang itu anaknya. Kadang satu nunggu ujung (barat jalan Letjend S. Parman) dan satu lagi nunggu di jembatan ini. Keponakan saya juga sempat (mengambil) foto kok," katanya.

Photo
Photo
Sosok nenek penjual salak sering terlihat lewat di Jalan Letjend S Parman, Patangpuluhan, Wirobrajan Kota Jogja. (DWI AGUS/RADAR JOGJA)

Kapolsek Wirobrajan Kompol Endang Sri Widiyanti membenarkan adanya sosok Simbah. Pihaknya telah melakukan penelusuran terhadap video viral tersebut. Mulai dari lokasi berjualan hingga kediaman Simbah.

Dari hasil penelusuran, tim Polsek Wirobrajan berhasil menemukan kediaman. Sosok perempuan sepuh tersebut diketahui warga RT 04, Dusun Jambon Trihanggo Sleman. Hanya saja kesehariannya berjualan di wilayah hukumnya.

"Sudah komunikasi dengan RT tempat Simbah tinggal, benar warga RT 04 Jambon Gamping. Anaknya namanya Priyono dan nama simbahnya Mbah Sudi," ujarnya.

Perwira menengah satu melati ini menyesalkan adanya aksi tersebut. Terlebih sosok Mbah Sudi telah berumur sepuh. Pihaknya juga berkoordinasi dengan Polsek Gamping dan Polda DIJ. Kaitannya adalah pendampingan terhadap keluarga Mbah Sudi.

"Bukan warga Wirobrajan, sudah tindaklanjuti sampaikan Danramil dan Pak Camat (Wirobrajan). Jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi. Akan kami bina," katanya.

Endang turut mengomentari sosok penjemput Mbah Sudi. Dari video yang beredar, sosok penjemput masih segar bugar. Artinya masih tetap bekerja secara optimal. Sehingga tidak perlu memberdayakan sosok Mbah Sudi.

"Janganlah memanfaatkan orangtua untuk bekerja. Kalau lihat di video anak masih sehat. Simbah biarlah istirahat apalagi covid sepeti ini usia diatas 50 sudah rentan," pesannya. (dwi/tif) Editor : Editor News
#simbah jual salak #eksploitasi manusia