Salah satu penumpang langganan bus TJ, Vera Devi (27), saat ini penumpang bus TJ juga mulai meningkat. "Biasanya ketika saya pulang kerja sekitar pukul 17.00 sore hanya tiga sampai empat orang saja penumpangnya. Tapi sekarang sudah lebih banyak," ungkapnya, Minggu (21/6).
Salah seorang karyawan swasta di Kota Jogja itu juga menyebutkan, di setiap bus TJ juga telah diterapkan physical distancing yang baik. Tempat duduk penumpang sudah diberi jarak dan disediakan hand sanitizer. "Ada jarak antarpenumpang, setiap penumpang juga kebanyakan taat. Sebagian besar juga telah memakai masker dan bawa hand sanitizer sendiri-sendiri," papar dia.
Direktur Utama PT Anindya Mitra Internasional (AMI), sebagai operator TJ, Dyah Puspitasari dari awal Mei hingga 17 Juni lalu kenaikan penumpang bus TJ hingga 32,56 persen. Rerata penumpang per hari untuk periode Mei yakni 2.765 penumpang. Sedang, untuk rata-rata penumpang periode (1/6) hingga (17/6) meningkat menjadi 3.665 per hari. "Untuk perubahannya masih sangat acak, yang jelas penumpang mengalami kenaikan yang signifikan," tuturnya.
Kenaikan tersebut dipicu dengan mulainya peningkatan aktivitas masyarakat. Jika dilihat, saat ini beberapa ruas jalan di DIJ mulai dipadati kendaraan dan aktivitas masyarakat berangsur normal. Sehingga, kebutuhan masyarakat dengan bus TJ juga semakin meningkat.
Biasanya, setiap hari bus TJ yang beroperasi sebanyak 116 unit dan 12 unit cadangan. Untuk kebijakan jam operasional juga masih sama, yakni dibatasi dari pukul 06.00 hingga pukul 19.00 saja. Yang semula dari pukul 05.00 hingga 21.15 malam. "Untuk jam operasional masih belum ada kebijakan lagi," ujar Dyah. (cr1/pra) Editor : Editor Content