Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Perdagangan Disperindag Kota Jogja Adhy Pradana mengatakan, terhitung Senin (8/6) harga bawang merah ada di angka Rp 40 ribu per kilogram. Meski tinggi, dia menyebutkan harga tersebut masih terbilang wajar. “Sebab, Minggu sebelumnya malah Rp 45 ribu. Mulai Sabtu dan Minggu turun Rp 42 ribu sampai Rp 43 ribu,’’ ungkap Adhy.
Menurutnya, itu harga yang terpantau di Pasar Beringharjo. Sedangkan di pasar-pasar lain mungkin lebih tinggi. Karena mereka sebagian besar mengambil bawang merah dari Pasar Beringharjo. Tingginya harga itu karena pasokan dari petani di Bantul rendah. Ini disebabkan hasil panen tidak maksimal karena hujan. "Jadi distribusi ke kota jumlahnya sedikit," katanya.
Meskipun kini saat pandemi Covid-19 dan permintaan masyarakat turun, tetapi karena barangnya dari pemasok sedikit mengakibatkan harga jualnya mahal. Meski begitu, Adhy mengatakan pasokan bawang merah untuk Kota Jogja aman. Karena, daya beli konsumen yang turun.
Dia menambahkan, di awal April lalu harga bawang merah anjlok, yakni Rp 25 ribu karena kualitas barangnya jelek. Kalau normal, harga bawang merah di kisaran Rp 32 ribu per kilogram. "Kalau sekarang barangnya sudah bagus-bagus," ungkap dia.
Salah satu pedagang bawang merah di Pasar Beringharjo Endang Mujiwati menyebutkan, meskipun tinggi, para konsumen tetap banyak yang membeli bawang di tempatnya. Karena bawang merupakan kebutuhan pokok yang harus dimiliki. "Jadi mau tidak mau membeli. Saya biasanya memberi tahu langganan perkembangan harga, agar tidak kaget, " ujar dia. (cr1/din) Editor : Editor Content