“Jangan merasa seolah wabah sudah berakhir, apalagi dengan aura angkuh. Sebab betapa berat ketika orang tertular dan bergulat menanganinya, yang akhirnya banyak korban jiwa,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Radar Jogja, Sabtu (7/4).
Haedar meminta warga untuk tidak memaksakan diri secara berlebihan dalam menyesuaikan New Normal. Karena kasus Covid-19 belum melandai cenderung naik. Antarwarga tidak perlu pula saling bersilang-sengketa lagi tentang keadaan. Sementara pihak rumah sakit, dokter, dan para petugas kesehatan di lapangan masih berjuang keras menjadi benteng terakhir dalam menghadapi Covid-19.
Dia juga menyampaikan salah satu poin dalam Edaran PP Muhammadiyah nomor 05/EDR/I.0/E/2020. Menyatakan bahwa umat Islam pada umumnya dan warga Muhammadiyah pada khususnya hendaknya tetap waspada disertai ikhtiar mengatasi berbagai masalah pandemi Covid-19 baik kesehatan, sosial, maupun ekonomi. Bersikap berdasarkan agama sesuai manhaj Tarjih dan ilmu pengetahuan (ilmiah) tetap diutamakan.
“Dalam beribadah hendaknya tetap mengutamakan pertimbangan kesehatan, kemaslahatan, keselamatan, dan keamanan sesuai maqasid al-syari’ah untuk menghindari mafsadat dan mengurangi penularan Covid-19,” tandasnya. (sky/tif) Editor : Editor News