Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sehari Hanya Ada 50 Penumpang di Giwangan

Administrator • Kamis, 28 Mei 2020 | 17:01 WIB
BIAR KINCLONG: Teraso di jalur semipedestrian Malioboro akan dipoles kembali supaya tetap terlihat bersih. Dianggarkan Rp 400 juta untuk memoles kembali teraso di Malioboro.(ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA)
BIAR KINCLONG: Teraso di jalur semipedestrian Malioboro akan dipoles kembali supaya tetap terlihat bersih. Dianggarkan Rp 400 juta untuk memoles kembali teraso di Malioboro.(ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Berbeda dengan tahun-tahun lalu, biasanya pasca Lebaran aktivitas di Terminal Giwangan selalu padat. Namun, di tengah pandemi ini, sama sekali tidak ada aktivitas yang berarti di sana. Angkutan Lebaran yang biasanya membeludak, kini masih sepi baik aktivitas kedatangan atau keberangkatan bus.

"Sebenarnya sepinya aktivitas ini sudah terjadi sejak diberlakukannya larangan mudik," tutur Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Terminal Giwangan Bekti Zunanta kepada Radar Jogja, Rabu (27/5).

Bekti mengungkapkan, dari H-7 Lebaran hingga kemarin (27/5) jumlah bus, baik AKAP dan AKDP yang datang jika diakumulasi hanya 840 bus. Sedangkan yang berangkat dari Terminal Giwangan sebanyak 822 bus.

"Penumpang bus yang datang ke Giwangan 969 penumpang, kalau yang berangkat dari Giwangan ada 1.514 penumpang. Itu akumulasi dari H-7 Lebaran sampai Rabu ini," ungkap Bekti.

Saat ini, di Terminal Giwangan memang didominasi oleh bus AKDP, dibandingkan bus AKAP. "Jika diakumulasi jumlah bus AKAP baik yang datang dan pergi sekitar 542 bus, penumpangnya 1.033 orang. Untuk bus AKDP baik yang datang dan pergi ada 1.120 bus, penumpangnya 1.450 orang," paparnya.

Jumlah itu sangat berbeda jika dibandingkan dengan lebaran tahun lalu yang bisa mencapai ribuan penumpang per hari. Saat ini, kendaraan rata-rata yang beroperasi hanya 20 per hari, untuk penumpang rata-rata ada sekitar 50 orang per hari. "Untuk bus AKAP yang beroperasi saat ini ada bus Magelang dan Solo," jelasnya.

Bekti mengungkapkan, pihaknya tetap menerapkan protokol pencegahan Covid-19 di lingkungan terminal. Hal itu untuk mengantisipasi penyebaran dan penularan virus di lingkungan terminal. (cr1/ila) Editor : Administrator
#Termina Giwangan #Agen Bus