Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Adaptasi Diri, Masker Jadi Gaya Hidup Baru

Editor News • Jumat, 15 Mei 2020 | 20:15 WIB
Photo
Photo
RADAR JOGJA - Masker tak lagi sekadar alat pelindung diri tapi sebuah gaya hidup. Inilah yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIJ melalui Gerakan Memakai Masker Cegah Penularan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Seremonial berlangsung di Bangsal Kepatihan Pemprov DIJ dan berlangsung serempak di 59 titik di seluruh Jogjakarta.

Wakil Gubernur DIJ Paku Alam X menjabarkan semangat utama dari gerakan ini. Berupa keterlibatan aktif masyarakat yang berlandaskan kesadaran diri. Sehingga bukan karena patuh aturan tapi sadar untuk menjaga kesehatan bersama.

"Apapun gerakan ini tidak berarti apa-apa jika tidak disertai kesadaran masyarakat yang ada. Bukan hanya menjadi objek tapi juga subjek dalam rangka memutus mata rantai pandemi Covid-19," jelasnya, ditemui di Bangsal Kepatihan Pemprov DIJ, Jumat (15/5).

Dalam tahapan ini PA X meminta agar masyarakat berperan aktif. Bukan lagi menunggu dan mematuhi regulasi yang ada. Tapi dengan kedisiplinan dan kesadaran diri turut menjadi bagian dari gerakan penanganan Covid-19.

"Kedepan tidak hanya pemerintah tapi warga masyarakat berperan. Justru paling penting di masyarakat. Seperti pengalamann di 2006 (Gempa Bantul) dan 2010 (Erupsi Merapi), seluruh elemen aktif bersama," kata pria yang juga menjabat Ketua Gugus Tugas Covid-19 DIJ ini.

Gerakan Memakai Masker diharapkan tumbuh sebagai bagian dari masyarakat. Sehingga tak hanya terwujud sebagai simbolis semata. Itulah mengapa aksi ini berlangsung serempak di 59 titik seluruh Jogjakarta.

Wakil Sekretariat Gugus Tugas Covid-19 DIJ Biwara Yuswantana meminta masyarakat dengan aktif dan sadar mengikuti gerakan ini. Apalagi cara ini dianggap paling efektif sebagai pencegahan. Hingga akhirnya ditemukan obat dan vaksin Covid-19.

"Aksi ini juga evaluasi ketaatan masyarakat. Secara intensif dan massif membangun masyarakat dengan kesadaran baru. Bahwa pakai masker adalah norma kehidupan yang dilakukan saat ini," ujarnya.

Berlakunya gerakan ini tentu mewajibkan penggunaan masker setiap harinya. Terutama saat beraktivitas di luar ruang atau rumah. Memahami sebagai wujud preventif atas resiko persebaran Covid-19.

Aksi ini melibatkan puluhan organisasi perangkat daerah (OPD). Tak hanya dalam lingkup Pemprov DIJ tapi juga vertikal. Harapannya para aparatur sipil negara (ASN) juga bisa menjadi contoh di lingkungannya masing-masing.

"Total ada 45 ribu masker yang dibagikan  dalam aksi ini. Sasarannya masyarakat lalu sosialisasi di pasar tradisional dan pusat kerumunan masyarakat. Kedepan masker bisa jadi gaya hidup baru," katanya.

Kepala Pelaksana BPBD DIJ ini juga meminta masyarakat mengubah pola pandang. Menganggap gerakan memakai masker bukan sebagai aksi wajib. Tapi memandang sebagai kebutuhan dan kebaikan bersama.

"Kalau wajib itu kesannya ada pihak dari luar memaksakan tapi kalau membangun kesadaran dari dalam (diri) maka jadi  kebutuhan kita bersama. Seluruh masyarakat tergerak untuk mencegah penularan Covid-19," ujarnya. (dwi/tif) Editor : Editor News
#masker #Covid-19