Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

DIJ Belum Bisa Putuskan Segera

Editor Content • Jumat, 15 Mei 2020 | 17:17 WIB
Maret, Mandala Krida Mulai Direnovasi
Maret, Mandala Krida Mulai Direnovasi
RADAR JOGJA - PSSI dan FIFA menggelar rapat virtual pada Senin (11/5) lalu. Dalam rapat tersebut FIFA meminta PSSI segera membenahi enam stadion yang akan digunakan untuk perhelatan Piala Dunia U-20 2021. FIFA juga ingin semua persiapan stadion dikerjakan dengan maksimal, meski saat ini pandemi virus korona (Covid-19) belum mereda.

 

Dalam pertemuan itu, PSSI diwakili Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi dan Wakil Sekretaris Jenderal PSSI Maaike Ira Puspita. Sedangkan FIFA diwakili Head of Youth Tournament Roberto Grassi, Men’s Tournament Manager Christian Schmolzer, dan Youth Tournament Coordinator Gian Keller. "Kami mengirim update dan melaporkan perkembangan situasi terkini di Indonesia kepada FIFA," ujar Yunus.

PSSI sendiri belum mengumumkan secara resmi enam stadion yang akan dipakai di Piala Dunia U-20 2021. Namun, dalam surat dari FIFA bertanggal 14 April 2020 yang ditandatangani Chief Tournaments and Events Officer Colin Smith, FIFA menyebut bahwa, sesuai dengan proposal pengajuan tuan rumah, wilayah Jakarta, Bogor, Jogjakarta, Surakarta, Surabaya dan Bali diutamakan menjadi tempat pelaksanaan Piala Dunia U-20 2021.

 

Menanggapi hasil rapat tersebut, Sekretaris Provinsi (Sekprov) Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, pihaknya telah meminta Disdikpora untuk berkoordinasi dengan PSSI DIJ dan pusat. "Ya, untuk berembuk bersama FIFA di tengah kondisi saat ini," ujarnya.

Menurutnya, ada dua macam alasan yang menjadi fokusnya. Yakni, terkait pembangunan tentu harus ada pengerahan tenaga untuk menjaga social distancing maupun physical distancing yang dinilai tidak mudah. Utamanya dari sisi kesehatan.

Selain itu, Aji mempertanyakan apakah kondisi pelaksanaan Piala Dunia U-20 2021 memang akan terlaksana atau tidak. Juga terkait kebutuhan DIJ terhadap sejumlah dana yang harus dipergunakan untuk penanganan Covid-19. "Baik dalam bentuk kesehatan, bansos maupun pemulihan ekonomi itu sangat membutuhkan sejumlah dana," tegasnya.

Dikatakan, pelaksanaan Piala Dunia U-20 2021 merupakan bagian dari kesepakatan bersama. Sehingga keputusan untuk lanjut atau batal itu juga harus menjadi kesepakatan bersama agar tidak ada fetakompli dari salah satu pihak.

Di sisi lain, Aji tak ingin DIJ secara sepihak memutuskan untuk tidak melaksanakan tanpa berembuk. Jika nantinya DIJ memutuskan untuk tidak membangun Mandala Krida karena kebutuhan yang mendesak, FIFA dan PSSI bisa mencari alternatif yang lain. "Makanya kami harus berembuk bersama,"tegasnya. (ard/tor/din) Editor : Editor Content
#Sport #PSSI #FIFA