Masyarakat Tidak Banyak Makan Daging
Editor Content • Jumat, 15 Mei 2020 | 18:19 WIB
RADAR JOGJA - Selama pandemi covid-19 pemotongan hewan di rumah potong hewan (RPH) Kota Jogja mengalami penurunan. Ditengarai penyebabnya karena menurunnya konsumsi daging.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja, Sugeng Darmanto mengatakan, penurunan pemotongan hewan disertai dengan penurunan konsumsi daging masyarakat selama pandemi covid-19. Hal ini diprediksi karena masyarakat tidak banyak keluar rumah dan aspek menjaga kondisi ekonomi masing-masing selama wabah covid-19. "Makan daging terus ya boros juga," katanya dihubungi Kamis (14/5).
Dia menjelaskan, biasanya sebelum wabah covid-19 bisa mensuport daging dari RPH dua ton. Paska pandemi covid-19 ini hanya bisa mensuport hanya sekitar 0,5 ton. Jika hitungan sembelih hanya dua ekor sapi saja dari sebelumnya bisa menyembelih 5-7 ekor sapi per hari. "Ini hukum pasar juga dengan kondisi saat ini. Menurun dratis ini sejak mulai covid-19 Maret lalu," ujarnya.
Selama covid-19 pemotongan hewan di RPH hanya sekitar 2-3 ekor sapi saja per hari. Dari kondisi normalnya biasa menjelang lebaran bisa mencapai 7-8 ekor per hari. Namun diprediksi secara bertahap dalam 10 hari terakhir menjelang lebaran akan mengalami kenaikan. Dari 4-5 hari menjelang lebaran pemotongan hewan di RPH dalam situasi ini bisa 5-7 ekor perhari. Apalagi tiga hari menjelang lebaran diprediksi bisa kembali normal antara 7-8 ekor per hari. "Tapi masuk pekan depan pasti naik lagi karena kebuthan konsumen terhadap daging saat lebaran," imbuhnya.
Dalam waktu 10 hari menjelang lebaran ini dia juga akan melakukan pengawasan dan pemantauan ke lapangan selama dua kali. Pemantauan terhadap komoditi daging yang dijual pedagang agar aman dikonsumsi masyarakat. (wia/pra) Editor : Editor Content