Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

453 Mahasiswa Perantau Terima Bantuan

Editor Content • Sabtu, 2 Mei 2020 | 16:34 WIB
POTENSIAL: Direktur Jenderal Hortikultura Kementan RI Prihasto Setyanto saat peninjauan di Desa Glagaharjo Cangkringan Sleman kemarin (2/6). HUMAS PEMKAB SLEMAN
POTENSIAL: Direktur Jenderal Hortikultura Kementan RI Prihasto Setyanto saat peninjauan di Desa Glagaharjo Cangkringan Sleman kemarin (2/6). HUMAS PEMKAB SLEMAN
RADAR JOGJA - Larangan mudik Lebaran 2020 yang diterapkan oleh pemerintah mengakibatkan banyak mahasiswa luar daerah yang ada di DIJ tak bisa pulang kampung. Mereka terpaksa tetap tinggal di kost atau asrama sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan.

Salah satunya dialami Herman Yosep Malik. Dia adalah mahasiswa Universitas Mercu Buana Prodi Psikologi asal Kalimantan Barat. Selama pandemic korona ini dia mengaku tak bisa pulang. "Selain juga mematuhi larangan pemerintah, untuk mengurangi dampak persebaran Covid-19," tuturnya saat ditemui Radar Jogja di asrama HPMDKH (Himpunan Mahasiswa Dayak Kapuas Hulu), Jumat (1/5).

 

Dia lebih memilih tinggal di asrama yang berada di wilayah Karang Gayam itu. Asrama tersebut ditinggali oleh enam orang mahasiswa dari Kalimantan Barat. "Tapi sekarang hanya tiga orang yang di sini. Yang lain memilih pulang," imbuhnya.

Dia bersama kedua temannya hanya menjalankan aktivitasnya sebagai mahasiswa yakni mengerjakan tugas dari dosen. "Apalagi, tidak boleh pergi-pergi juga kan," kata pemuda umur 21 tahun itu.

Selama pandemik korona ini dia mengaku belum mendapatkan bantuan. Baik berupa sembako ataupun uang tunai dari pemerintah. Dia menghidupi kebutuhannya sehari-hari mengandalkan kiriman dari orang tuannya. "Orang tua pun pemasukannya juga terganggu dengan kondisi seperti sekarang ini," kata Herman.

Herman menyebutkan, dia dan teman-trmannya sedang mengajukan bantuan ke pemerintah Kalimantan Barat. Dia menyebutkan, pemerintah Kalimantan Barat membuka bantuan dengan cara mahasiswa mengajukan bantuan. "Sekarang sudah mengajukan tetapi belum cair," imbuh dia.

Terkait itu, Wakil Sekretaris Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIJ Biwara Yuswantara mengatakan, pihaknya akan memberikan bantuan kepada mahasiswa yang tinggal di asrama-asrama di DIJ yang terdampak Covid-19.

Bantuan akan diberikan dalam bentuk sembako ke masing-masing asrama. Saat ini, Gugus Tugas sudah mendapatkan data, yakni sebanyak 453 mahasiswa yang  tinggal di 46 asrama di DIJ. "Selanjutnya akan divalidasi agar tepat untuk mahasiswa yang benar-benar terdampak COVID-19," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah DIJ itu.

Biwara berharap, bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan mahasiswa untuk makan sehari-hari mahasiswa yang terdampak COVID-19. "Rencana akan direalisasikan minggu depan, yakni Selasa atau Rabu," tandasnya. (cr1/din) Editor : Editor Content
#Larangan mudik Lebaran #Jogja