Kepala Dinas Perhubungan Kota Jogja Agus Arif Nugroho menuturkan penurunan penumpang sudah terjadi selama sepekan. Tapi dengan adanya aturan PSBB turut berdampak signifikan. Tercatat jumlah penumpang yang masuk Kota Jogja hanya 20 persen.
"Pendatang yang dari terminal Giwangan tidak banyak. Sehari kemarin (10/4) hanya 21 orang yang datang ke wilayah Kota Jogja. Kalau presentase ya cuma 20 persen dari total yang datang ke Giwangan," jelasnya, Sabtu (11/4).
Mantan Camat Gondomanan ini turut menjelaskan detail pendatang. Sebagai perbandingan, pada hari normal jumlah pendatang bisa mencapai 5.200 penumpang. Seluruhnya adalah pengguna transportasi publik antar kota antar provinsi (AKAP).
Akumulasi penumpang ini tak hanya berasal dari kawasan Jabodetabek tapi juga arah timur. Pasca mewabahnya Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) jumlah penumpang turun drastis. Data terbaru menyebutkan hanya 100 penumpang turun di Terminal Giwangan, Jumat (10/4).
"Sekarang sehari itu bisa hanya 100 penumpang. Itu tidak hanya dari Jabodetabek tapi juga dari arah timuran (Jawa Timur, Surakarta dan rute lainnya). Dari total itu, pendatang yang masuk ke wilayah Kota Jogja hanya 20 persennya saja," katanya.
Dia berharap, fenomena ini berlangsung konsisten. Artinya warga mulai sadar untuk mengikuti anjuran dari pemerintah. Untuk tetap di rumah dan tidak memobilisasi diri. Tujuannya meminimalkan persebaran Covid-19.
"Ini sekaligus mengajak agar warga jangan mudik dulu ke kampung halaman. Sayangi keluarga di kampung halaman dengan menahan hasrat pulang kampung. Tunggu sampai Covid-19 benar-benar mereda," pesannya.
Hal yang sama juga dikatakan oleh Kasatlantas Polresta Jogja AKP Imam Bukhori. Pihaknya bersama lintas instansi terus memantau pergerakan para pendatang. Diawali dengan pendataan di setiap pintu masuk kedatangan.
Pendataan meliputi daerah keberangkatan pendatang dan tujuan akhir. Selain itu juga memeriksa kondisi kesehatan bersama tim kesehatan. Apabila ada temuan gejala Covid-19 maka dilanjutkan dengan langkah medis.
"Selain pemantauan di terminal, stasiun dan jalan raya kami juga melakukan edukasi. Bagi pendatang wajib memeriksakan kesehatan, lalu untuk warga Jogja wajib memenuhi protokol keluar rumah demi kesehatan bersama," katanya.(dwi/ila) Editor : Administrator