Hal tersebut sesuai dengan surat edaran dari Dirjen Bimas Islam Kemenag RI yang menutup pendaftaran pernikahan per 1 April 2020. Kepala Kantor Kemenag Kota Jogja Nur Abadi mengatakan, bagi pendaftar yang telah mendaftar sebelum 1 April masih mereka layani. "Dan diharapkan untuk melakukan akad di KUA di wilayah masing-masing," jelasnya kepada Radar Jogja, Selasa (7/4).
Nur menjelaskan, untuk penutupan layanan pendaftaran belum mengetahui secara pasti akan berlangsung sampai kapan. "Yang jelas menurut imbauan kami bekerja di rumah hingga 21 April," ujar dia.
Sedang untuk prosesi akad nikah yang dilaksanakan di kantor hanya boleh didatangi sebanyak 10 orang. "Supaya terkendali saja, kalau di rumah masing-masing untuk mengendalikan warga susah," katanya.
Menurut dia, kebanyakan dari calon pengantin menyetujui untuk menikah di kantor dan sesuai dengan protokol Covid-19. "Sampai saat ini yang sudah mendaftar sebelum 1 April tidak ada yang membatalkan," imbuh Nur.
Dia menyampaikan, di kantor-kantor KUA telah disiapkan seperti sabun cuci tangan beserta air mengalir. "Jadi semua yang hadir sebelum masuk kantor harus mencuci tangan terlebih dahulu," katanya.
Bagi penghulu dan pengantin juga menggunakan sarung tangan dan masker. Penghulu juga akan menggunakan APD yang lebih lengkap jika melayani calon pengantin yang terdata sebagai ODP atau PDP dan menggunakan pelayanan khusus. "Namun, sejauh ini tidak ada. Jadi penghulu melayani cukup dengan sarung tangan dan masker saja," ujarnya.
Nur mengatakan, selama Covid-19 ini bimbingan pra nikah tetap berjalan yakni menggunakan online. Jika ada materi yang cukup banyak, akan diberikan file materinya oleh penghulu. Terkait akad secara online, sejauh ini Kota Jogja tidak melakukan. "Dari dirjen pun juga tidak memperkenankan secara online. Tetap harus tatap muka tetapi tetap dengan protokol Covid-19," jelas Nur.
Terpisah, Kepala KUA Umbulharjo Handri Kusuma menuturkan, sejauh ini sudah ada 20 pasang pengantin yang mendaftar sebelum 1 April 2020. 20 pasangan tersebut akan dilakukan hingga 19 April. "Jika ada yang mendaftar selama bulan ini akan kami tunda dulu, hingga ada keputusan dari pusat," tambah dia.
Pihaknya sejauh ini, telah melakukan prosesi akad sebanyak enam pasang pengantin. "Prosesi akad nikah juga telah menggunakan protokol pencegahan covid-19," jelas Handri. (cr1/pra)
Editor : Editor Content