Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dibuat Bebas Alkohol, Berbahan Dasar Daun Sirih

Editor Content • Rabu, 11 Maret 2020 | 14:46 WIB
SEMANGAT MANDIRI: Para penyandang disabilitas saat membatik di Workshop Difabelzone.id, Kalurahan Wijirejo, Pandak, Bantul. ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA
SEMANGAT MANDIRI: Para penyandang disabilitas saat membatik di Workshop Difabelzone.id, Kalurahan Wijirejo, Pandak, Bantul. ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA
RADAR JOGJA - Sejak virus   korona atau Covid-19 merebak, produk hand sanitizer maupun masker menjadi barang langka karena diburu masyarakat. Salah seorang dosen Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Ronny Maetien pun menciptakan pencuci tangan teknologi nano berbahan daun sirih.

 

SEVTIA EKA NOVARITA, Sleman, Radar Jogja

 

Ide pertama pembuatan antiseptik berbahan dasar daun sirih telah dilakukan sejak 2019. Namun tujuan utama untuk menangani permasalahan masitis pada puting kambing. Dengan cara menyemprotkan antiseptik guna membunuh bakteri.

Memanfaatkan bahan-bahan lokal seperti daun sirih, Ronny mengungkapkan daun sirih memiliki aktivitas antiseptik dan antibakteri yang umumnya disebabkan staphylococcus aurejs dan escherichia coli. “Produk yang dihasilkan bisa membunuh bakteri serta mencegah infeksi virus dengan menjaga kebersihan tangan,” kata Ronny di UGM, Selasa (10/3).

Ia mengaku, antiseptik dengan nama spray nanopolimer infusa daun sirih terbukti menghambat pertumbuhan bakteri daripada ekstrak yang tidak diformulasikan nanopartikel. Dikombinasikan dengan kitosan dan biopolimer yang didapatkan dari cangkang udang atau kepiting, mampu menjaga kebersihan sampai dua jam.

Formulasi dalam bentuk nanopartikel, dilakukan karena daun sirih hijau memiliki kelarutan yang relatif rendah dalam air. Dengan formulasi nanopartikel mampu meningkatkan sistem penghantaran obat dan kestabilan zat aktif dalam infusa daun sirih.

Karakteritik formula memiliki ukuran partikel 246,9 nm dengan efiesiensi penjerapan sebesar 23,36 persen. “Diameter zona hambat sediaan nanopolimer terhadap bakteri staphylococcus auerus dan escherichia coli sebesar 7,85 mm dan 9,61 mm,” kata Ronny.

Spray nanopolimer infusa daun sirih ini dibuat bebas alkohol. Hadirnya produk ini diharapkan dapat menjadi alternatif solusi dalam mengatasi kelangkaan dan mahalnya hand sanitizer di pasaran karena penyebaran virus korona.

Dijual dengan kisaran harga Rp 30 ribu untul 100 ml. “Harapannya produk spray nanopolimer infusa daun sirih ini bisa membantu masyarakat dalam menjaga kesehatan dan mengatasi langkanya antiseptik di pasaran,” harap Ronny. (laz)

  Editor : Editor Content
#UGM #Covid-19 #Jogja