Tanpa Didampingi Pelatih Fisik
Editor News • Jumat, 21 Juni 2019 | 22:16 WIB
JOGJA – PSIM Jogja bertolak ke Kalimantan guna menjalani laga perdana melawan Persiba Balikpapan, besok (22/6). Sebanyak 19 pemain disiapkan untuk melakoni dua laga away Borneo secara beruntun.
Sayang, dalam dua laga away PSIM Jogja dipastikan tidak akan didampingi oleh pelatih fisiknya, Ega Raka Galih. Sebab, pelatih berlisensi B AFC tersbut harus menjalani kursus lisensi BAFC yang digelar di UNY hingga 1 Juli mendatang.
Sedangkan dari 19 pemain yang dibawa, tidak tertera nama mantan striker Persiraja , Vivi Afrizal dan gelandang muda Yoga Pratama. Menurut Pelatih PSIM Jogja Vladimir Vujovic, pemain-pemain yang dibawa, secara fisik dan mental telah siap bermain pada laga perdana.”Hisyam Tolle dan Gonzales sebelumnya sempat sakit. Namun terakhir saya lihat mereka sudah fit, sehingga sudah layak masuk dalam tim yang akan kami bawa,” kata pelatih yang akrab disapa Vlado itu.
Melawan skuad asuhan Salahudin, menjadi pertaruhan karir perdana Vlado di kompetisi profesional Liga 2 Indonesia. Apalagi, sejauh ini skema permainan Vlado bisa dibilang belum bisa memuaskan hati para pendukungnya. Di laga terakhir melawan skuad Porda Kota Jogja, Ichsan Pratama dkk memang bisa menang telak empat gol tanpa balas. Namun, diakui pelatih Montenegro masih ada kekurangan yang akan terus di evaluasi.
”Progres latihan berjalan baik. Namun semuanya saya kembalikan lagi ke lapangan. Seperti lawan Timnas U-23 Indonesia, kami bisa mengendalikan permainan tapi miskin dalam finishing touch,” jelas mantan bintang Persib Bandung itu.
Melihat dari catatan rekor pertemuan kedua tim musim lalu, Laskar Mataram memang bisa sedikit bangga karena mampu mencatatkan dua kemanangan baik di laga home maupun away. Namun, melihat kakuatan Laskar Beruang Madu- julukan Persiba Balikpapan saat ini, tampaknya upaya untuk mengulang brace kemenangan di musim lalu menjadi tantangan tersendiri.
Apalagi, dengan kehadiran investor baru, Gede Widiade kekuatan Persiba Balikpapan tahun ini tidak bisa dianggap remeh. Musim lalu, tangan dingin Gede dalam mengelola tim berhasil membawa Persija Jakarta meraih scudetto Liga 1 Indonesia.
CEO PT PSIM Jogja Bambang Susanto mengakui kemampuan Gede dalam mengelola tim. Menurutnya, di tangan Gede Persiba akan menjadi tim yang memiliki ambisi sama dengan PSIM Jogja. ”Kita sudah lihat Pak Gede di Persija. Sekarang harus menjadi tim yang harus kami hadapi. Kami tentu ingin meraih kemenangan, ya,” tegasnya. (bhn/din) Editor : Editor News