“Kesiapsiagaan harus dimulai dari ruang terkecil yakni keluarga,” ujar Kepala Pelaksana BPBD DIY Biwara Yuswantana saat memimpin apel siaga HKB DIY di lapangan Panahan Jalan Kenari Jogja, Jumat (26/4).
Apel siaga itu diikuti tak kurang 2000 peserta. Mereka berasal dari BPBD provinsi, kabupaten dan kota se-DIY, Basarnas, PMI, TNI dan Polri, relawan dan lainnya. Selain diikuti para pejabat Pemprov DIJ, di antara tamu undangan terlihat Ketua PMI DIJ GBPH Prabukusumo.
HKB 2019 ini mengusung tema “Kesiapsiagaan Dimulai dari Diri, Keluarga dan Komunitas”. Sedangkan sub temanya adalah “Perempuan Menjadi Guru Siaga Bencana dan Rumah menjadi Sekolahnya,”.
Dikatakan, kesiapsiagaan merupakan faktor penting dalam upaya menyelamatkan diri dalam bencana. Dia memberikan ilustrasi Pemerintah Jepang aktif mengampanyekan siaga bencana.
Efeknya, 95 persen masyarakatnya bisa selamat saat terjadi bencana. “Penanggulangan bencana memerlukan peran masyarakat," kata yang pernah menjabat Kabid Humas Badan Informasi Daerah (BID) DIY ini.
Lebih jauh dikatakan, 26 April merupakan momen ditetapkannya UU No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Itu menjadi titik awal perubahan paradigma kebencanaan. “Dari responsif menjadi proaktif ,” terang dia.
Bertepatan dengan peringatan HKB 2019, Gubernur DIJ Hamengku Buwono X menerbitkan surat edaran (SE) No. 360/4392 tentang Pelaksanaan Kegiatan Simulasi Evakuasi Bencana Serentak di DIY. SE itu ditujukan kepada bupati dan wali kota , organisasi pemerintah, media massa, komunitas dan dunia usaha.
Dalam SE itu, gubernur mengimbau diadakan simulasi evakuasi bencana secara serentak sesuai potensi bahaya dan kerentanan yang paling tinggi. Diawali dengan aktivasi sistem peringatan dini (early warning systems).
Dilanjutkan mengadakan evakuasi terhadap kesiapsiagaan sarana dan prasarana penyelamatan diri yang dimiliki. “Menggunakan slogan #SiapUntukSelamat.#KitaJagaAlamJagaKita#BudayaSadarBencana, atau #HKB2019,” pinta gubernur dalam SE tersebut.
Di sisi lain, apel siaga juga diwarnai dengan simulasi penyelamatan oleh pasukan gabungan dari BPBD DIY, Basarnas dan PMI DIJ. Skenarionya kecelakan mobil dan terdapat sejumlah korban luka dan meninggal dunia. (kus/by) Editor : Editor News