Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Areal Basement Parkir Disulap Jadi Catwalk

Magang • Senin, 15 April 2019 | 16:19 WIB
BERBEDA : Para model memeragakan busana karya desainer dalam parade fesyen Kembang Setaman di areal parkir basement RAY akhir pekan lalu. (LATIFA NURINA/RADAR JOGJA)
BERBEDA : Para model memeragakan busana karya desainer dalam parade fesyen Kembang Setaman di areal parkir basement RAY akhir pekan lalu. (LATIFA NURINA/RADAR JOGJA)
SLEMAN - Melihat model memperagakan busana karya desainer di atas catwalk atau panggung sudah biasa. Fashion show dengan konsep street atau di pinggir jalan juga mulai kerap digelar. Tapi bagaimana jika fashion show digelar di basement parkir.

Ya akhir pekan lalu parade fesyen Kembang Setaman bertajuk Lokatara menyuguhkan fashion show di area parkir. Gelaran seri ke-4 tersebut, tepatnya di basement P4 Royal Ambarrukmo Yogyakarta (RAY). Tak ada catwalk yang mewah, tapi hanya lantai semen sebagai alasnya. Bahkan tak ada perubahan dari lahan parkir tersebut.

“Lokatara itu diambil dari kosakata Sanskerta yang artinya istimewa, seperti digelar di tempat ini,” jelas Creative Director Kembang Setaman Royal Ambarukmo Khairul Anwar akhir pekan lalu.

Parade fesyen ini memiliki konsep dengan tema industrial dan modern. Anwar menjelaskan, busana yang ditampilkan dari para desainer terinspirasi dari pekerja industri, arsitektur modern, dan material yang memeperhatikan kelestarian lingkungan hidup.

Tampil sebanyak 12 desainer dari Jogjakarta, Semarang dan Jakarta yang berpartisipasi. Di antaranya Caroline Rika Winata, Jennifer Ariani Santoso, Nick Djatnika, Novibamboo, Endarwati, Adjie Subing, Darie Gunawan, Siska Pramintan, Theo Ridzky, Djoko Margono, Ariesanthi dan Mucha.

“Ada delapan busana yang saya tampilkan, semua dibuat secara handmade dari katun rami yang dilukis secara abstrak dan diberi sedikit motif woodblock printing,” jelas salah satu desainer Caroline Rika.

Desainer asal Bangunjiwo, Bantul ini terinspirasi oleh motif daun Ginkgo Biloba yang mampu bertahan hidup pasca serangan bom atom di Nagasaki dan Hiroshima. (tif/pra/mg1) Editor : Magang
#fesyen Kembang Setaman #Royal Ambarrukmo Yogyakarta #fashion show #Lokatara