Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Singapura Ngurah Swajaya mengatakan, hubungan diplomatik Indonesia-Singapura sudah terjalin selama 50 tahun. Setiap tahun, investasi Singapura yang masuk ke Indonesia meningkat signifikan.
"Kami melihat ada potensi yang cukup besar bagi investor Singapura untuk masuk ke DIJ," ujarnya di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, kemarin (22/2).
Swajaya mengatakan, saat ini investor Singapura banyak yang berminat mengembangkan investasinya di beberapa bidang. Di antaranya digital ekonomi, infrastruktur, dan investasi di bidang pengembangan smart city.
Menurutnya, DIJ memiliki potensi besar untuk bisa menjalin kerja sama di bidang digital ekonomi. Misalnya industri kreatif seperti animasi yang di DIJ yang perkembangannya sangat pesat. Banyak kreator muda yang bisa dijajaki.
Selain itu, DIJ juga memiliki potensi pariwisata dengan mengembangkan joint destination. Apalagi DIJ memiliki beragam produk kreatif dan produk-produk handmade yang bisa diekspor ke Singapura.
Dia menambahkan, tahun lalu nilai investasi Singapura di Indonesia mencapai 9,2 miliar USD, naik 60 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 5,8 miliar USD.
Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X mengatakan, peluang kerja sama di bidang investasi sangat terbuka terlebih jika koneksi antara Singapura-Jogja semakin tinggi. Meski saat ini relatif sudah ada, namun belum menyentuh maskapai besar Singapura.
"Kalau 2019 bandara selesai,tidak mustahil jika Singapura Airlines sendiri yang masuk ke Jogjakarta," ujarnya.
Dengan konektivitas tersebut, DIJ tidak hanya sebagai tujuan akhir, tetapi sebagai pilihan transit, misal ke Australia dari Singapura. Hal ini tentu akan memberikan manfaat tersendiri bagi dunia pariwisata dan ekonomi DIJ.(dya/ila/mg2) Editor : Editor News