Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Duh.. Tugu Jogja Bakal Hilang

Administrator • Kamis, 12 Januari 2017 | 23:32 WIB
JADI TAK TERLIHAT: Gambar 3D yang diunggah oleh Ahmad Zaki melalui akun Twitter-nya, @Jogja_Uncover, menunjukkan jika kawasan Tugu dikelilingi oleh hotel dan mal.(@JOGJA_UNCOVER FOR RADAR JOGJA)
JADI TAK TERLIHAT: Gambar 3D yang diunggah oleh Ahmad Zaki melalui akun Twitter-nya, @Jogja_Uncover, menunjukkan jika kawasan Tugu dikelilingi oleh hotel dan mal.(@JOGJA_UNCOVER FOR RADAR JOGJA)
RADARJOGJA.CO.ID - JOGJA – Ikon Jogjakarta, Tugu Pal Putih, tengah menjadi buah bibir di media sosial (medsos). Terlebih dengan munculnya sebuah gambar tiga dimensi (3D) yang memperlihatkan Tugu Jogja setinggi 15 meter yang tampak kecil dibandingkan bangunan hotel dan mal di sekelilingnya.

Postingan dari akun Twitter @Jogja_Uncover itu bukanlah gambar maket resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah. Melainkan, sebuah gambar yang dibuat oleh pemilik akun, Ahmad Zaki.

"Gambar itu untuk menunjukkan kalau di kawasan Tugu banyak dibangun hotel akan tampak seperti itu. Berharap kawasan Tugu tetap lestari tidak disentuh pembangunan hotel dan mal," ujarnya saat dihubungi, kemarin (11/1).

Ahmad mengungkapkan, bahwa pemilik lahan di sekitar kawasan Tugu sudah ancang-ancang menjual lahannya. Dikhawatirkan jika nantinya di sekitar Tugu akan dibangun hotel-hotel baru. Menurut Ahmad, gambar buatannya itu sebagai bentuk kegelisahan, jika nantinya Tugu dikelilingi bangunan pencakar langit.

"Itu bayangan kalau di sana tidak diatur. Saya buat gambar itu dengan sweethome 3D," ungkapnya.

Dia berharap, sebagai warga Jogja, kawasan Tugu tidak kehilangan kekhasannya. Tugu tetap menjadi ikon budaya, dan tidak tersentuh dengan pembangunan kawasan yang asal-asalan.

Hingga saat ini pemerintah memang belum menyentuh penataan di kawasan Tugu Jogja. Saat ini masih fokus penataan di kawasan Malioboro hingga Titik Nol Kilometer.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi dan Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIJ Muhamad Mansur mengakui untuk kawasan Tugu memang belum akan digarap.

Pada 2017 ini, jelas dia, dengan menggunakan Dana Keistimewaan (danais) pihaknya masih menyelesaikan pedestrian Malioboro. "Pada tahun ini masih menyelesaikan pedestrian dari depan Pasar Beringharjo hingga Titik Nol Kilometer, Tugu mungkin pada 2018," ungkapnya ditemui kemarin.

Menurut Mansur, sebenarnya kawasan Tugu Jogja termasuk dalam sayembara penataan kawasan Malioboro. Tapi, hasil sayembara tersebut baru menata dari Tugu ke selatan hingga Malioboro dan Titik Nol Kilometer Jogja. "Untuk Tugu ke arah barat, timur, dan utara belum," jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi C DPRD DIJ Arif Budiono meminta supaya hasil sayembara penataan Malioboro, yang dimulai dari Tugu hingga Titik Nol Kilometer tersebut dibuka ke masyarakat. Hal itu dapat menepis informasi jika nantinya di Jalan Margoutomo atau Tugu ke selatan akan dipenuhi dengan hotel baru.

"Harus dibuka ke publik, konsep penataannya seperti apa, mulai dikerjakan kapan, sehingga masyarakat juga tahu perkembangannya," ujarnya.

Meskipun belum tahu pasti penataan di kawasan Tugu, Ketua Fraksi PKS DPRD DIJ itu mendukung ada penataan bangunan di sana. Menurut dia, jika di sekitar Tugu nantinya dipenuhi bangunan bertingkat, seperti hotel, malah mengkerdilkan posisi Tugu Jogja.

"Sebagai ikon Jogja, harusnya Tugu yang ditonjolkan jangan malah makin tenggelam dengan bangunan lain," terangnya.

Selain itu Arif juga meminta penataan di kawasan Tugu dapat memperhatikan kebiasaan anak muda yang nongkrong dan ber-selfie di Tugu Jogja. Menurut Arif, selain mengganggu lalu lintas, kegitan tersebut juga menandakan harapan mereka pada ruang publik yang menjadi ikon Jogja. (pra/ila/ong) Editor : Administrator
#tugu jogja #tugu pal jogja #Jogja