Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jadi Politikus Harus Seperti Soekarno dan Hatta

Administrator • Kamis, 22 Desember 2016 | 17:58 WIB
Photo
Photo
 

RADARJOGJA.CO.ID-Tak perlu sulit mencari sosok suri tauladan bagi politikus di Indonesia. Termasuk, dua kandidat calon wali kota (cawali) di Kota Jogja, Haryadi Suyuti dan Imam Priyono. Kedua sosok Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti (HS) dan Imam Priyono (IP) periode 2011-2016 itu, kali ini harus bertarung memperebutkan kursi AB 1.


Komedian Susilo "Den Baguse Ngarso" Nugroho meminta keduanya untuk meniru Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta. Kedua sosok tersebut berseteru secara politik. Tapi, tetap berkawan di kehidupan sehari-hari.


"Meski akhirnya berseberangan dalam politik, pada akhir hayatnya orang yang paling dicari Bung Karno adalah Bung Hatta," pesannya di sela serah terima jabatan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jogja pada Penjabat Wali Kota Jogja di Balai Kota, Rabu (21/12).


Untuk memperkuat pesannya itu, Den Baguse Ngarso mengeluarkan uang Rp 100 ribu dari dompetnya yang diberikan pada HS dan IP. Selain mengingatkan persahabatan Bung Karno dan Bung Hatta yang diabadikan dalam uang Rp 100 ribu itu, dia juga mengingatkan adanya lambang Garuda dalam uang kertas tersebut.


"Di pojokan uang ini ada gambar Garuda yang menandakan bersaing bagaimanapun yang utama tetap Garuda Indonesia," tegasnya.


Selain memberikan uang Rp 100 ribu masing-masing pada HS dan IP, dia juga menjanjikan tiket pertunjukan gratis bagi keduanya. "Saat pertunjukan harus jejer (duduk bersebelahan). Ya kalau tidak mau jejer berarti ajak keluarganya yang lain, tapi tiketnya beli sendiri," lanjutnya disambut tawa hadirin.




HS yang diberi uang Rp100 ribu itu pun berjanji akan menyimpan uang tersebut. "Uang ini akan saya simpan sampai akhir hayat saya," ujarnya.


HS mengatakan, dalam Pilwali 2017 ini bukan merupakan kompetisi, tapi perlombaan yang terbaik. "Yang menang nanti adalah warga Kota Jogja," sambungnya.


Dalam kesempatan itu, HS juga menyatakan terima kasih dan permohonan maafnya pada warga maupun PNS di Pemkot Jogja. "Terima kasih dan mohon maaf pada masyarakat Kota Jogja, saya bisa ke sini karena masyarakat dan akhirnya kembali ke masyarakat," ujar suami Tri Kirana Muslidatun itu.


Hal yang sama juga diungkapkan oleh IP, yang menyatakan terima kasih kepada jajaran di Pemkot Jogja dan Forkompinda Kota Jogja atas kerja samanya selama ini. IP juga mengatakan meski bersaing dalam pilwali, persahabatan dan silaturahmi akan terus dijaga. Termasuk setelah pilwali nanti.


Setelah HS dan IP, giliran Penjabat Wali Kota Jogja Sulistyo yang dionceki oleh komedian yang juga guru SMK 1 Bantul itu. Susilo menanyakan keberanian Sulistyo menjadi Penjabat Wali Kota Jogja.


"Jadi penjabat wali kota ki karena kendel po kemendel, di Kota Jogja banyak yang lebih pintar dari njenengan lho," ujarnya yang kembali memancing tawa.


Ditanya seperti itu Sulistiyo menjawab kalem, "Ya kemendel. ". Hal itu langsung ditimpali Susilo, "Lha mung mergo dikon Pak Gubernur to," ujarnya. Susilo pun kembali mencecar Sulistiyo dengan menanyaka apakah nantinya sebagai Penjabat Wali Kota Jogja akan ngosak-asik pejabat Pemkot Jogja.(pra/eri) Editor : Administrator
#Imam Priyono #Teladan Politikus #Soekarno-Hatta #Haryadi Suyuti #pilwali jogja