Tiap tahun selalu terjadi pe-ningkatan volume. Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Jogja Suyana mem prediksi, vulume sampah selama Lebaran meningkat hingga 40 persen di banding hari-hari biasa.Biasanya, kondisi itu kembali normal pada H+5 Lebaran. Atau hari ini (11/7).
Menurut Suyana, volume sampah Kota Jogja pada hari biasa rata-rata mencapai 240 ton. Pada Lebaran kali ini mencapai 300 ton
"Itu semua sampah yang di-setorkan ke tempat pembungan akhir di Piyungan," jelasnya ke-marin (10/7).
Dia menganggap peningkatan volume sampah saat Lebaran sebagai hal lumrah. Alasannya, setiap keluarga me-ngonsumsi makanan lebih dari kebutuhan sehari-hari. Belum lagi ditambah sampah dari restoran dan rumah makan, yang juga kebanjiran konsumen.
Kendati demikian, Suyana mengklaim telah mengantisi-pasi persoalan sampah Lebaran. Pasukan kuning (petugas ke-bersihan) tetap bekerja selama Lebaran. Ini agar sampah baik dari rumah tangga maupun in-dustri dan wisatawan tidak me-nyebabkan polusi udara. Sampah yang terkumpul tiap hari segera dibuang ke Piyungan.
Berbeda dengan pengiriman sampah dari permukiman ke tempat pembuangan sementara (TPS). Proses itu rentan tersendat karena sebagian petugas sampah mandiri di tiap wilayah libur.
"Kalau itu bukan jadi tanggung jawab petugas kami. Mereka hanya bertanggungjawab menangani fasilitas publik seperti taman dan jalan," jelasnya.
Direktur Eksekutif Wahana Ling-kungan Hidup (Walhi) Jogjakarta Halik Sandera menilai, masalah sampah lebih pada pengelolaan-nya. Bukan teknis pengumpulan-nya. Menurut Halik, warga Koga Jogja cenderung tertib membuang sampah di TPS dan depo yang tersedia di area permukiman.
"Berbeda dengan daerah pinggiran di Bantul dan Sleman. Tidak ada depo, masyarakat membuangnya di sembarang tempat," sesalnya.
Yang lebih mengkhawatirkan, lanjut Halik, warga pinggiran cenderung menyalahgunakan lahan-lahan kosong yang ada untuk membuang sampah. Untuk optimalisasi pengelolaan sampah, Halik berharap adanya sinergitas antar pemerintahan di wilayah DIJ. Khususnya, Sleman, Kota Jogja, Bantul, dan Pemprov DIJ. Agar Jogjakarta benar-benar terbebas dari polusi sampah. (eri/yog/ong) Editor : Administrator