Wadir Resnarkoba Polda DIJ AKBP J. Permadi Wibowo mengatakan, operasi menyasar orang, benda dan tempat-tempat yang rawan peredaran narkoba. Operasi itu juga sesuai atensi Presiden Joko Widodo yang menyatakan perang terhadap peredaran narkoba.
"Dari tersangka itu direhabilitasi 13 orang dan sisanya 45 orang tetap ditahan. Dengan rincian penyalahgunaan pemakaian 12 orang dan pengedar 46 orang," katanya kepada wartawan saat jumpa pers di Mapolda DIJ, kemarin (13/4).
Permadi juga memaparkan, dari para tersangka, 30 persennya adalah mahasiswa. Sedangkan sisanya wiraswasta dan swasta. Adapun barang bukti yang disita yaitu sabu-sabu seberat 2,69 gram, ganja 5,1 gram. "Tersangka didominasi usia produktif antara 20-30 tahun," paparnya.
Pihaknya mengakui sampai saat ini belum bisa menjangkau pada bandar besarnya. Hal itu karena kebanyakan modus pesanan dilakukan secara transfer. Pembeli pesan melalui SMS, lalu transfer dan barang dikirim ke alamat.
Hanya beberapa kasus yang keduanya face to face. "Ini yang kesulitan diungkap. Sistemnya sel terputus, satu sama lain tidak kenal ke atasnya," katanya.
Meski demikian, pihaknya tetap akan berusaha membongkar sindikat narkoba yang ada di DIJ. Terlebih masih ada sisa waktu kurang dari sepekan sebelum berakhirnya Operasi Bersinar 2016 pada 19 April mendatang.
Di sisi lain, saat ditanyakan mengenai kabar penangkapan menantu Sultan HB X, Polda DIJ kembali membantah kalau pihaknya menangkap KPH Wironegoro. "Kami dan jajaran reserse narkoba di wilayah DIJ, artinya sampai dengan polsek-polsek, tidak melakukan penangkapan, apalagi menangkap yang bersangkutan sebagai keluarga keratin," tegas Permadi.
Pihaknya mengakui menerima informasi terhadap penangkapan menantu pertama Sultan sejak Sabtu (9/4) pekan lalu. Setelah mendapatkan informasi itu, ia langsung melakukan pengecekan hingga ke tingkat polsek di seluruh wilayah DIJ. "Meski begitu, masih kami dalami terus informasi tersebut," imbuhnya. (riz/laz) Editor : Administrator