Kapolsek Kretek Kompol Supardi mengatakan, telah mengorek keterangan dari pihak hotel. Dari keterangan ini diketahui, keduanya mulai menginap di hotel Rabu (6/4) malam. Saat itu, keduanya datang bersama seorang pria dengan mengendarai kendaraan berjenis multi purpose vehicle (MPV), Suzuki Ertiga, berwarna silver dengan pelat nomor H.
Mereka bertiga sempat keluar lagi mengendarai mobil. Hanya, saat kembali lagi ke hotel pada Sabtu (9/4) malam mereka diantar taksi. "Senin mereka tak tampak keluar dari pagi hingga malam, sehingga pihak hotel curiga dan membuka kamar dengan kunci duplikat," terang Supardi.
Supardi menjelaskan, saat ditemukan, dua mayat yang diduga ibu dan anak ini berdampingan di atas kasur dengan mulut berbusa. Kondisi perempuan yang diperkirakan berusia 28 tahun ini telanjang dengan muka tertutup bantal. Adapun si anak yang masih balita memakai setelan baju warna putih dengan gambar Hello Kitty. "Sosok pria yang ditengarai suami perempuan tersebut belum diketahui jejaknya," ujarnya.
Di lokasi, petugas juga menemukan ceceran darah di lantai dan kasur. Juga ditemukan pisau. Kendati begitu, Supardi mengaku, masih kesulitan mengkaitkan ceceran darah dan pisau dengan tewasnya dua penghuni hotel. Sebab, dari pemeriksaan tim medis tak ada luka di tubuh
keduanya. Atas dasar itu pula, kepolisian belum dapat memastikan dua mayat ini korban pembunuhan atau lainnya.
"Tetapi, kami menemukan obat nyamuk cair saat olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan tadi siang," tuturnya.
Nah, berbekal petunjuk baru ini kepolisian berharap segera mengetahui penyebabnya. Menurut Supardi, kedua jenazah telah dikirim ke RSUP dr Sardjito untuk diotopsi usai proses identifikasi.
Supardi mengaku kesulitan menelisik identitas keduanya. Sebab, tak ada identitas yang tertinggal. Pihak hotel pun tak meminta identitas mereka. Dalihnya, perempuan dan pria tersebut sering datang menginap. "Di kamar memang ada handphone. Tapi, simcard-nya sudah nggak ada," ungkapnya.
Selain penemuan dua mayat, kepolisian juga tengah menyelidiki kasus bunuh diri di Pantai Parangtritis. Senin (11/4) siang seorang pria nekat bunuh diri dengan menceburkan diri ke laut. Sayangnya, sampai sekarang tubuh pria dengan ciri-ciri badan berat sekitar 80 kilogram dan berkulit sawo matang ini belum ditemukan. "Sekarang masih dicari Tim SAR dan Polair," jelasnya.
Bila ditemukan, kepolisian bisa bernafas sedikit lega. Sebab, upaya tes DNA bisa dilakukan. Ini untuk mengetahui pria misterius apakah ayah balita yang tewas di hotel tersebut atau bukan. Sementara itu, pemilik Hotel Widodo 1 enggan berkomentar. Kendati begitu, dia tak menampik bila salah satu korban adalah langganannya. "Silakan ke polisi saja," ucapnya singkat.
Sementara itu, Dokter ahli forensik RSUP dr Sardjito dr Lipur Riyantiningtyas menyebutkan, diduga saat ditemukan, korban sudah meninggal lebih dari 24 jam. Pihaknya belum bisa mengetahui penyebab kematian korban. Termasuk juga saat ditanyakan apakah ada bekas luka di tubuh kedua korban. Dia baru dapat memberi keterangan lebih lanjut setelah melakukan otopsi.
"Kepolisian baru meminta dilakukan otopsi terhadap jenazah korban. Sudah mengalami pembusukan. Nanti hasilnya baru akan ada setelah dua sampai empat minggu," katanya. (zam/riz/ila) Editor : Administrator