Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Anak Kuburkan Ibu di dalam Rumah

Administrator • Kamis, 7 April 2016 | 18:05 WIB
Photo
Photo
SETIAKY A. KUSUMA/RADAR JOGJA
SUDAH DIPINDAHKAN: Kepala Dukuh Sanggrahan Totok Dwi Ranto berada di dekat makam Sukinah di pemakaman Dusun Sangrahan, Tirtoadi, Mlati, Sleman, Rabu (6/4).
SLEMAN - Beralasan tidak ingin merepotkan keluarga dan tetangga, Suprihono, 55, menguburkan ibunya sendiri di dalam rumahnya. Sang ibu Sukinah yang berusia 90 tahun sudah lama mengidap stroke dan hanya bisa berbaring di tempat tidur.

Sang ibu, kondisinya sudah sangat kurus, bisa dibilang hanya tinggal tulang berbungkus kulit. Belakangan diketahui, sang anak juga mengalami gangguan kejiwaan. Proses penguburan yang tidak diketahui seorang pun itu menghebohkan warga Dukuh Sanggrahan, Tirtoadi, Mlati, Sleman, Rabu sore (6/4).

Kapolsek Mlati Kompol Dwi Yuli Astono mengatakan, kejadian bermula saat anak pertama Sukinah, yakni Sutini, 60, mendatangi ibunya pada Rabu siang. Saat itu, dia mencoba mencari ibunya di kamar yang biasanya dipakai untuk berbaring. Namun, sang ibu tidak ada. Dicari di seluruh ruangan, dan rumah kerabat di depannya juga tidak ada.

Lalu saat mencari itu, Sutini bertemu Suprihono dan diajak duduk berdua. Suprihono lalu mengatakan bahwa sang ibu sudah dikuburkan. "Diminta untuk mendoakan ibunya biar tenang, karena ternyata sudah dikuburkan oleh Supriono," katanya kepada wartawan di lokasi kejadian, Rabu malam.

Histeris dan panik, Sutini lalu menghubungi kepala desa untuk memberitahukan kejadian tersebut. Dari kepala desa, laporan dilanjutkan ke Polsek Mlati. Dwi menjelaskan, setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim dokter Polda DIJ, tidak ditemui adanya luka pada tubuh Sukinah. Sukinah pun diperkirakan sudah meninggal sebelum dikubur oleh Suprihono.

"Jadi bukan dikubur hidup-hidup, tapi memang sudah meninggal dunia. Sukinah memang sudah tua dan sakit-sakitan," terangnya.

Pihaknya juga masih mendalami kasus tersebut, apakah ada tindak pidana atau tidak dalam peristiwa itu.

Sementara itu, setelah polisi tiba di lokasi, Suprihono langsung dibawa ke rumah sakit jiwa Grhasia. "Masih kami dalami soal adanya tindak pidana, saat ini Suprihono sudah di rumah sakit jiwa. Memang mengalami gangguan jiwa saat pulang dari perantauan di Kalimantan," jelas Dwi.

Terpisah, Kepala Dukuh Sanggrahan Totok Dwi Ranto mengatakan, Suprihono dan ibunya sehari-hari memang tinggal satu rumah. Dia mengatakan, saat Sutini tiba di rumah itu sudah ada gundukan tanah di dalam rumah. Lalu Sutini mencari Suprihono dan diajak ke dalam rumah. Di dalam rumah Sutini diajak berdoa di atas gundukan tanah yang merupakan kuburan ibunya.

"Sore harinya Polisi langsung melakukan penggalian hingga malam hari untuk mengambil jenazah yang dikubur. Sore lapor, langsung polisi datang dan digali. Sudah diangkat tadi oleh polisi dan dimakamkan di pemakaman umum," ujarnya. (riz/ila/ong) Editor : Administrator
#Sleman #gangguan jiwa #Anak Kuburkan Ibu