Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

1.745 Jiwa Terdampak Banjir

Administrator • Senin, 14 Maret 2016 | 23:55 WIB
Photo
Photo
GUNTUR AGA TIRTANA/Radar Jogja
JOGJA - Banjir kiriman dari sejumlah sungai yang berhulu di kaki Gunung Merapi di Kota Jogja Sabtu (12/3) petang, berdampak fatal. Tidak hanya kerusakan infrastruktur, luapan air ke permukiman juga memaksa 1.745 jiwa mengungsi. Kini, sebagian sudah kembali tempat tinggalnya.

Luapan arus dari Sungai Code, Winongo, Bedog dan sungai lain akibat curah hujan cukup tinggi di Sleman wilayah utara itu tidak hanya berdampak di Kota Jogja. Wilayah Sleman juga terkena imbasnya. Talud jebol, puluhan rumah terendam, bahkan ada yang hanyut. (Beritanya baca di Halaman Sleman-Bantul).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja Agus Winarto mengungkapkan, data sementara di wilayah kota terdapat 1.745 jiwa yang terdampak banjir. Mereka pun kini ada yang berada di posko pengungsian, terutama anak-anak dan lansia. "Yang dewasa kembali untuk membersihkan tempat tinggalnya," jelas Agus kemarin (13/3).

Selain itu, ada dua rumah warga yang hanyut dan membutuhkan penanganan lanjutan. Tapi, tidak ada korban jiwa. "Sejumlah infrastruktur rusak. Ini masih terus kami data," tandasnya.

Kerusakan infrastruktur, antara lain, di Jembatan Jatimulyo. Talud ambrol di Kali Winongo dan Kali Code. Di antaranya dua titik di Ngupasan, satu titik di Purwokinanti dan Surokarsan.

Koordinator Forum Komunikasi Winongo Asri (FKWA) Oleg Yohan mengaku pihaknya sudah membuat posko di beberapa titik bantaran sungai. Posko itu untuk mendistribusikan bantuan logistik. Seperti bahan makanan dan selimut, masih dibutuhkan warga yang terdampak luapan air.

"Kami juga mengharapkan ada bantuan tenaga dari para relawan untuk membersihkan rumah dan kampung yang sempat tergenang air," katanya.

Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti di sela meninjau di kawasan Jatimulyo, Tegalrejo, kemarin (13/3) mengatakan, pihaknya tengah mengejar proses pendataan. Ini untuk penentuan kelanjutan penanganan bencana banjir ini. "Saya sudah perintahkan BPBD serta instansi di wilayah untuk mendata semua kerusakan," tambahnya.

Ia menjelaskan, karena masih darurat, bantuan bagi warga yang terdampak menjadi prioritas utama. "Setelah semua kebutuhan pokok tercukupi, nanti akan ada program menyeluruh untuk mengantisipasi banjir," jelasnya.

HS, panggilan akrabnya, meminta masyarakat tidak perlu risau terhadap kebutuhan logistik. Bantuan akan terus didistribusikan secara merata hingga suasana kondusif. Bahkan dana tak terduga yang mencapai miliaran rupiah juga akan dikucurkan usai pendataan dampak banjir diselesaikan.

"Kami berharap, kerusakan yang terjadi bisa ditangani dengan cepat supaya tidak meluas. Setelah bantuan logistik tercukupi, maka penanganan akan dilanjutkan pada jangka menengah," tuturnya.

Terutama perbaikan rumah warga yang hanyut, jembatan yang rusak serta talut yang ambrol. "Jangka panjangnya nanti akan dilakukan penataan secara menyeluruh," imbuhnya.

Masalah penting lain, kata HS, warga terutama yang tinggal di bantaran sungai supaya memahami karakter sungai. Meski wilayah Kota Jogja tidak turun hujan, jika wilayah hulu di Sleman tengah diguyur hujan lebat, maka harus mulai waspada. "Saat ini cuaca ekstrem. Di kota tidak hujan, tapi di utara sana (Sleman) bisa sangat lebat," tandasnya.


Tingkatkan Kesadaran Tanggap Bencana


Banjir yang mengepung Kota Jogja Sabtu malam (12/3) turut berimbas pada perkampungan Jogoyudan. Salah satu talud kampung yang dilalui Sungai Code ini diketahui ambrol pada pukul 22.30. Akibatnya beberapa rumah warga dikhawatirkan terkena dampak langsung dari banjir ini.

Usep Saefudin, Ketua RT 45 Jogoyudan, Kelurahan Gowongan, Kecamatan Kecamatan, mengatakan ambrolnya talud di luar prediksi warga. Pasalnya, keadaan Sungai Code pada malam itu tergolong aman. Bahkan warga Jogoyudan telah bersiaga sejak peringatan banjir dikeluarkan pada sore harinya.

"Kejadian jam 22.30 dan kondisi kondisi air dari atas deras. Kita menunggu hingga jam 21.00 kondisi masih aman. Baru setelahnya mendapatkan laporan dari warga bahwa talud sudah ambrol," terangnya.

Talud sepanjang 10 meter ini ambrol, dan batunya berserakan di sungai. Usep menjelaskan kondisi dari talud ini sendiri kurang fit. Pasalnya terdapat rongga dibawahnya karena tergerus arus sungai. Bahkan beberapa waktu lalu sempat ambles, tapi masih bisa diperbaiki oleh warga.

Akibat dari ambrolnya talud ini ada tiga rumah warga yang terdampak tidak langsung. Ketiganya adalah rumah Slamet Handoko, Slamet Suyono dan Alex yang mengalami retak karena ambrolnya talud. Jarak ketiga rumah dengan bibir sungai pun sangat dekat antara dua hingga tiga meter.

Peristiwa ini langsung direspons oleh pihak Kecamatan Jetis. Laporan lalu dilanjutkan ke Pemkot Jogja untuk ditindak lanjuti. Bahkan pada Minggu pagi (13/3), Badan Penanggulangan Bencana Daerah DIJ langsung melakukan peninjauan.

Wawali Imam Priyono yang kebetulan berada di lokasi mengungkapkan segera menindaklanjuti. Dirinya mengungkapkan pemkot telah siaga untuk menghadapi banjir kiriman ini. Bahkan sejak Sabtu sore dirinya telah melakukan pemantauan di beberapa titik.

Menurutnya dampak terparah justru terjadi di Sungai Winongo. Selain sungainya meluap, beberapa rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan. Mulai dari terendam banjir hingga yang rusak karena tergerus arus sungai.

"Memang Winongo yang paling parah, dari utara Kricak sudah terlihat. Mulai dari RW 1, RW 9, RW 06, RW 04, beberapa rumah dan akses public terdampak langsung. Ke selatan ada di daerah Bener, lalu Gedongtengen, Serangan hingga Mantrijeron," jelasnya.

Dirinya pun memuji peran dari Komunitas Tanggap Bencana (KTB) dalam merespons kejadian ini. Selain itu ia juga berharap kesadaran akan tanggap bencana ditingkatkan. Mulai dari pemerintah hingga ragam elemen masyarakat.

"Dengan adanya cobaan ini ternyata juga melatih kecepatan dan kesigapan warga dalam menyikapi bencana. Ternyata semua tetap butuh proses meski sudah berjalan dengan baik. Saya juga berpesan agar para pengusaha menaruh kepedulian atas kejadian ini," pesannya. (eri/dwi/laz/ong) Editor : Administrator
#kali winongo #Kota Jogja #Banjir #Bencana #Jogja