Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Persaingan Wisata Makin Ketat

Administrator • Sabtu, 5 Maret 2016 | 16:46 WIB
Photo
Photo
DWI AGUS/RADAR JOGJA
POTENSI: Kepala Dinas Pariwisata DIJ Aris Riyanta melihat paket wisata yang ditawarkan pengelola objek wisata, kemarin (4/3).

SLEMAN – Jogjakarta merupakan destinasi yang diincar wisatawan. Ini terbukti dengan jumlah kunjungan baik wisatawan mancanegara maupun nusantara yang meningkat. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata DIJ Aris Riyanta.

Menurut Aris, langkah selanjutnya adalah meningkatkan sarana dan prasarana wisata. Dalam kesempatan ini meningkatkan rasa aman dan nyaman yang terpancar dalam Sapta Pesona Wisata. Seperti pemberdayaan kelompok sadar wisata (pokdarwis) di Jogjakarta.

Dijelaskan, pokdarwis mendapatkan arahan dan bimbingan dari dinas pariwisata. Selanjutnya mereka melakukan sosialisasi kepada pengelola wisata. "Tentunya dengan mengedepankan nilai Sapta Pesona yaitu aman, nyaman, tertib, bersih, sejuk, ramah tamah, dan kenangan," jelas Aris ditemui dalam Pameran Destinasi, Tour and Holiday di Hartono Mall, Jumat (4/3).

Aris menambahkan, tingkat keamanan wisata harus ditingkatkan. Termasuk keamanan di wisata alam bagi wisatawan. Jogjakarta memiliki banyak titik wisata alam. Keamanan bagi pengunjung tentunya penting. Sehingga perlu melibatkan ahli untuk menyosialisasikan kepada pengelola wisata.

Ini menjadi wajib karena persaingan wisata baik di taraf nasional maupun internasional meningkat. Memasuki masa Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), persaingan bertambah ketat. Sebab, pengelola wisata asing dapat dengan bebas bersaing dengan pengelola lokal.

Salah satu yang bisa ditempuh adalah memiliki sertifikat. Tujuannya meningkatkan rasa percaya wisatawan kepada pengelola wisata. Dengan begitu dapat menjadi pegangan untuk bersaing dengan pengelola wisata dari luar Indonesia.

Dalam kesempatan ini dia juga berharap agar proyek bandara di Kulonprogo segera terealisasi. Sebab, dengan beroperasinya bandara ini akan meningkatkan kunjungan wisata internasional. Sehingga jumlah penerbangan dari luar negeri menuju ke Jogjakarta akan meningkat.

Untuk saat ini Jogjakarta baru melayani penerbangan internasional dari Malaysia dan Singapura tanpa transit. Sementara rencana bandara internasional di Kulonprogo telah memancing perhatian beberapa penerbangan asing. Seperti Japan Airline, Cathay Pacific, dan maskapai Thailand.

"Maskapai lainnya menyusul karena melihat potensi wisata tinggi. Di sisi lain kita juga perlu meningkatkan paket wisata. Wujud kolaborasi antara perusahaan penerbangan, hotel, restoran, travel agen, dan pengelola destinasi," pungkasnya. (dwi/ila/ong) Editor : Administrator
#Pariwisata #Wisata #Jogja