Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Batasi Akses ke Situs Penyebar Konten Porno

Administrator • Sabtu, 30 Januari 2016 | 01:10 WIB
Photo
Photo
Rochmat Wahab
SLEMAN - Tingginya angka per-salinan remaja dan kehamilan di luar nikah menjadikan keprihati-nan semua pihak. Tidak ter kecuali dari pihak pendidik dan akade-misi. Pemerintah dinilai perlu lebih tegas dalam membatasi akses ke situs-situs yang menyebar-kan konten porno
Rektor UNY Rochmat Wahab mengungkapkan, era IT (infor-masi dan teknologi) tidak diser-tai kesanggupan pemerintah untuk memproteksi konten-konten porno. Karena itu, setiap waktu anak tanpa batasan umur dapat meng-akses lewat manapun. îIni yang sangat memprihatinkan,î katanya kepada Radar Jogja, Kamis (28/1).Hal tersebut, menurutnya, ber-beda dengan yang terjadi di luar negeri, seperti Tiongkok.

Rochmat menyebut, sebelumnya Tiongkok dikenal sebagai negara yang ke-rap menayangkan film xxx di chanel televisinya. Namun, se-karang tidak ada lagi. îJadi mur-ni informasi dan hiburan atau dialog informatif. Jadi benar-benar diproteksi negara,î katanya.Hal itu terjadi karena revolusi yang dilakukan pemerintah Tiongkok dinilai menyeluruh dan tegas. Sehingga berbuah pada perlindungan warga ne-gara terhadap konten dan hal-hal yang berbau pornografi dan pornoaksi. Diceritakannya, bila sekitar lima tahunan lalu masih banyak layanan diskotek dan pijat plus-plus di beberapa ho-tel di Tiongkok, maka hal terse-but saat ini sangat jauh berkurang.îBahkan akses Yahoo juga tertutup betul. Mereka luar biasa dalam memproteksi. Hal itu ternyata mereduksi, me-ngurangi pelanggaran seksual remaja. Nah, di Indonesian tidak ada,î ungkapnya.

Namun begitu, pihaknya tidak serta-merta menyalahkan anak-anak dalam kasus tersebut. Dia menyebut, pada masa peralihan dari anak ke remaja rasa pena-sarannya tinggi. Sebab, masa itu merupakan transisi antara anak dan dewasa. îBisa mengakses, dan pasti selalu ingin coba-coba. Terlebih kalau bapak dan ibu sibuk. Ya, kami prihatin kalau di Jogja se-perti itu. Saya pikir di luar Jogja juga seperti itu,î katanya.

Oleh karena itu, dia mengha-rapkan, pendidikan karakter disertai gerakan moral dan re-volusi mental harus dilakukan di semua elemen masyarakat. Tidak hanya sekolah dan pe-merintah, namun seluruh pihak perlu dilibatkan. îSaya berharap nanti dalam sidang komisi Forum Rektor Indonesia muncul rekomen-dasi tersebut yang sifatnya dapat mengikat. Bukan hanya pemerin-tah, tapi informal sampai kelu-arga,î jelas Rochmat.Disinggung mengenai pendi-dikan seks di sekolah, Rochmat menyebut hal itu juga penting dilakukan. Pendidikan seks bisa dikemas dengan hal yang baik, dapat diterima para siswa serta tidak ada tafsiran-tafsiran. Se-bagai pengetahuan untuk mel-indungi remaja akibat perilaku seksual menyimpang.Menurutnya, pendidikan seks dan pendidikan karakter memang penting. Tidak harus melalui pen-didikan agama, tapi juga lewat pelajaran lain. îTapi yang lebih penting harus jadi visi bersama. Di Tiongkok buktinya bisa, maka-nya kita juga harus bergerak ber-sama, harus dimulai. Pak Jokowi kalau dapat memainkan moment-um saya rasa akan sangat bagusî tuturnya. (riz/ila/ong) Editor : Administrator
#situs porno #UU ITE #UNY