Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mendesak, Dana Tak Terduga Belum Cair

Administrator • Rabu, 29 April 2015 | 14:21 WIB
Photo
Photo
JOGJA - Kebutuhan dana tak terduga untuk membiayai perbaikan talud di Kali Code kian mendesak. Tapi, kebutuhan itu tak tercukupi jika hanya menggantungkan dana insidentil dari Dinas Permukiman dan Prasarana Wi-layah (Kimpraswil) Kota Jogja. Padahal, sampai saat ini belum ada peningkatan status tanggap darurat. Alhasil, dana sebesar Rp 5 miliar pun belum bisa dicairkan. "Kami tetap aju-kan dana tak terduga. Karena dana yang kami miliki tetap tak mencukupi," jelas Kepala Dinas Kimpraswil Kota Jogja Toto Suroto kemarin (28/4).
Toto mengungkapkan, selain mengajukan dana tak terduga, pihaknya juga mengajukan bantuan sharing dari APBD DIJ. "Juga dengan mengoptimalkan APBD Perubahan kalau me-mang tidak sangat mendesak," imbuhnya.Kepala Bidang Drainase dan Pengairan Di-nas Kimpraswil Kota Jogja Aki Lukman Nur Hakim menerangkan, penanganan semen-tara saat ini masih menggunakan dana insi-dentil. Alokasi yang tersisa mencapai Rp 150 juta dan akan difokuskan untuk penanganan talud di Jagalan Ledoksari Purwokinanti.Sedangkan kerusakan talud di bawah Jemba-tan Juminahan, sudah dialokasikan dalam APBD murni sebesar Rp 71 juta. "Total kerusakan talud ada 12 titik dengan kebutuhan dana Rp 2,7 mi-liar. Pokoknya kami kerjakan dengan dana yang ada dulu. Kalau nanti kurang, bisa melalui pe-rubahan atau dana tak terduga," imbuhnya.
Kepala BPBD Kota Jogja Agus Winarto menga-ku, untuk mencairkan dana tak terduga kesu-litan. Apalagi pos anggaran tersebut lebih dit-ujukan untuk kegiatan nonfisik. Tapi, saat ini BPBD tengah mengkaji bantuan dari BPBD DIJ."Saat ini, kami masih melakukan penanga-nan darurat. Dengan membagikan karung guna menahan arus air agar tidak memper-luas kerusakan," imbuhnya. Anggota Komisi C DPRD Kota Jogja M Fau-zan menjelaskan, proses penanganan kerusa-kan talud harus dipercepat karena sudah mengancam keselamatan warga yang tinggal di bantaran sungai. (eri/laz/ong) Editor : Administrator
#Banjir #kali code