Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Patung Gajah Putih untuk Corat-coret

Administrator • Minggu, 5 Oktober 2014 | 15:35 WIB
Photo
Photo

JOGJA - Memperingati ulang tahun ke-258 Kota Jogja, berbagai kegiatan diadakan di kota ini. Salah satunya dengan menggelar Jogja Out Door Sculputer Exhibition 2014 di sepanjang Jalan Malioboro. Total ada 13 karya seniman dengan berbagai bentuk yang terpajang
Pembukaan Jogja Out Door Sculputer Exhibiton 2014 dila-kukan oleh Wali Kota Jogja Ha-ryadi Suyuti (HS) di Titik Nol Kilometer, kemarin (4/10). Pem-bukaan ditandai dengan menu-liskan pesan "Jagalah Kebersihan Kota Jogja" di telinga kanan pa-tung gajah karya seniman Du-nadi. Karya seni yang diberi tema "Bertautan" tersebut terdiri atas tiga gajah putih berukuran besar, sedang dan kecil. Patung yang terbuat dari bahan fiber glass itu dipersilakan untuk dicorat-coret oleh masyarakat sebagai ekspresi warga Jogja.
"Saya serahkan karya ini biar dicorat-coret, kesan-kesan, mau-puan tanda tangan. Harapanya dalam setahun bisa mengum-pulkna ribuan tanda tangan dan menjadi suatu kenangan di Jogja," ujar Dunadi. Setelah HS, diikuti Ketua DPRD Kota Jogja Sujanarko yang menuliskan pe-san "Dirgahayu Jogja Sukses Selalu". HS dalam sambutannya me-negaskan, seni merupakan ke-kuatan yang maha sakti dan ciptaan yang maha suci. Keha-diran karya seni di sepanjang Malioboro diharapkan bisa mem-perindah kawasan yang men-jadi ikon Kota Jogja ini.
"Melalui seni rupa dapat dise-barkan semangat persatuan dan kebersamaan bangsa, serta ke-cintaan terhadap budaya dan adat lokal," ujarnya. Karya-karya seni yang terpasang diharapkan juga bisa dijaga ke-bersihannya. Dengan demikian bisa dilihat, dinikmati baik oleh wisatawan yang berkunjung ke Jogja maupun masyarakat Jogja sendiri. "Untuk ekspresi sudah disediakan di patung gajah ini, jadi jangan corat-coret di karya lain, termasuk di tembok," pe-sannya. Tiga patung gajah yang ditem-patkan di kawasan Titik Nol itu juga sebagai bentuk interaksi dengan masyarakat. Pengunjung nantinya diperbolehkan bereks-presi dengan patungnya itu. Tidak hanya berfoto-foto, pen-gunjung bahkan boleh menco-retnya, baik berupa mural mau-pun tanda tangan. Selain patung tiga gajah, juga terdapat 12 karya seni lain yang ditempatkan dari videotron Abu Bakar Ali hingga Titik Nol. Selain Dunadi, pematung lain yang terlibat dalam acara ini adalah Edi Priyanto, Ali Umar, Basuki Prahoro, Dani Daoed, Heru Sis-wanto, I Made Arya Palguna, Komreden Haro, KW Lindu Pra-sekti, Rifqi Sukma, Timbul Ra-harjo dan Yulhendri. Karya mereka akan terpasang selama setahun di kawasan Malioboro. (pra/laz/gp) Editor : Administrator