Empat Tahun Menanti, Stero Awali Comeback DBL Jogja dengan Kemenangan

Bahana. • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 12:52 WIB
Tim basket putri SMA Stella Duce 2 Yogyakarta
Tim basket putri SMA Stella Duce 2 Yogyakarta

YOGYAKARTA – Setelah empat tahun menunggu, tim basket putri SMA Stella Duce 2 Yogyakarta atau Stero akhirnya kembali merasakan atmosfer pertandingan lima lawan lima di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 D.I. Yogyakarta.

Comeback tersebut terasa semakin manis setelah Stero mampu membuka perjalanan musim ini dengan kemenangan atas SMAN 6 Yogyakarta. Penampilan tersebut sekaligus menjadi penanda kembalinya Stero ke persaingan lima lawan lima setelah terakhir tampil pada 2022.

Pada musim tersebut, Stero mencatat satu kemenangan dan satu kekalahan. Mereka mengawali perjalanan dengan mengalahkan SMAN 2 Bantul 14-4, sebelum kemudian kalah 11-17 dari SMAN 3 Yogyakarta.

Setelah itu, Stero tidak mengirimkan tim pada DBL musim 2023. Keinginan untuk kembali berkompetisi mulai menemukan jalan ketika mereka mengikuti AZA 3X3 Competition D.I. Yogyakarta pada 2024.

Michelle Kohinoor menjadi salah satu pemain yang mengikuti proses tersebut. Bersama Stero, ia berhasil membawa tim menembus babak Big Eight AZA 3X3 2024.

Baca Juga: Tiga Wajah Indonesia di Panggung AQUA DBL Dance 2026 D.I. Yogyakarta

Bagi Michelle, keikutsertaan di nomor 3X3 pada awalnya hanya menjadi kesempatan untuk mendapatkan pengalaman baru. Namun, perjalanan tersebut justru menumbuhkan ambisi untuk kembali tampil secara rutin.

“Awalnya ikut 3X3 karena pengin coba dapat pengalaman baru. Dari situ kita akhirnya ada ambisi untuk selalu coba ikut 3X3 DBL, siapa tahu nanti bakal dikasih lebih sama Tuhan,” ujar Michelle.

Gagal Comeback pada 2025, Stero Tak Menyerah

Stero kemudian kembali mencoba mendaftarkan tim lima lawan lima pada 2025. Sayangnya, kesempatan tersebut belum berpihak kepada mereka.

Alih-alih berhenti, Stero kembali menjadikan AZA 3X3 Competition sebagai wadah untuk menjaga ritme pertandingan sekaligus meningkatkan kemampuan pemain.

Menurut Michelle, keberhasilan tim bertahan dan terus berkembang tidak terlepas dari kemauan seluruh pemain untuk bekerja sama.

“Mereka juga semangat dan ada kemauan, jadi murni kerja sama tim,” katanya.

Persiapan pun dilakukan secara bertahap. Selain memperkuat kemampuan teknis, para pemain mulai memperhatikan kesiapan mental, kondisi fisik, serta konsistensi dalam menjalani latihan.

“Dari kesiapan mental, kondisi fisik, lalu belajar lebih konsisten juga. Dari tantangan-tantangan itu kami sudah belajar banyak hal,” jelas Michelle.

Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil pada AZA 3X3 Competition musim sebelumnya. Stero berhasil melaju hingga partai final dan keluar sebagai juara setelah mengalahkan SMAN 1 Depok dengan skor 7-1.

Saat itu, Michelle bermain bersama Kezia Juniati Bubun, Natalia E V Mutkon, dan Daniela Diestny Mandabajan. Empat pemain tersebut kemudian kembali mendapatkan kesempatan untuk tampil dalam kompetisi lima lawan lima bersama Stero pada DBL D.I. Yogyakarta 2026.

Kembali ke Lima Lawan Lima Setelah Empat Tahun

Setelah melalui perjalanan panjang, kesempatan bermain lima lawan lima akhirnya kembali mereka dapatkan. Michelle mengaku momen tersebut terasa spesial mengingat proses yang harus dilalui Stero untuk kembali ke panggung DBL.

“Last year aku akhirnya dapat kesempatan buat main lima lawan lima. Senang banget karena buat sampai sekarang ini perjalanannya susah dan gak mudah,” ungkapnya.

Baca Juga: Tiga Konsep Unik Warnai Eksplorasi Budaya di AQUA DBL Dance 2026 D.I. Yogyakarta

Rasa gugup sempat muncul sebelum pertandingan pertama. Maklum, setelah cukup lama tidak tampil di nomor lima lawan lima, para pemain harus kembali beradaptasi dengan atmosfer pertandingan.

Pada awal laga, Stero masih membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan situasi permainan, termasuk kondisi bola. Namun, proses adaptasi berlangsung cukup cepat.

Sebagai kapten, Michelle berusaha menjaga mental rekan-rekannya. Ia memberikan motivasi sejak pemanasan hingga pertandingan berlangsung agar rasa gugup tidak mengganggu permainan.

“Aku bilang, ‘Berikan yang terbaik. Sisanya Tuhan yang atur’. Terus saat warming up aku juga semangatin teman-teman jadinya mereka lumayan berkurang groginya,” tutur Michelle.

Motivasi tersebut akhirnya membantu Stero tampil lebih percaya diri.

Stero Menang 29-12 di Laga Perdana

Comeback Stero pun berakhir manis. Dalam laga pembuka Honda DBL with Kopi Good Day 2026 D.I. Yogyakarta, mereka berhasil mengalahkan SMAN 6 Yogyakarta dengan skor 29-12.

Kezia menjadi pencetak angka terbanyak Stero dengan 11 poin. Michelle menyusul dengan sembilan poin, sedangkan Natalia menyumbangkan enam angka.

Baca Juga: Horoskop 2 Oktober 2026: Aries Jangan Gegabah, Virgo Perlu Lebih Percaya Diri

Meski berhasil meraih kemenangan, Michelle menilai masih ada sejumlah aspek yang perlu dibenahi sebelum menghadapi pertandingan berikutnya.

“Overall sudah oke tapi masih banyak yang perlu kita kembangin lagi ke depannya,” ujarnya.

Stero dijadwalkan menghadapi SMAN 8 Yogyakarta pada 1 Oktober. Laga tersebut menjadi kesempatan berikutnya bagi Stero untuk melanjutkan momentum sekaligus membuka jalan menuju babak Playoffs.

Empat tahun setelah terakhir tampil di kompetisi lima lawan lima, Stero akhirnya kembali dengan sebuah kemenangan. Kini, tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi agar cerita comeback mereka di DBL D.I. Yogyakarta 2026 tidak berhenti di laga pembuka.

Editor : Bahana.
DBL Jogja 2026 Honda DBL 2026 basket putri Yogyakarta DBL Yogyakarta Stero