SLEMAN - Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Sleman berkolaborasi dengan PSS Sleman dan klub asal Irlandia Utara, Carrick Rangers FC untuk menggagas Global Pathway Program. Kegiatan ini diharapkan dapat mendongkrak ekosistem sepak bola Bumi Sembada untuk bersiap menembus ke panggung Internasional.
Ketua Askab PSSI Sleman Deny Ardianta menjelaskan, kemitraan strategis lintas benua ini difokuskan untuk pembinaan talenta muda, peningkatan kualitas pelatih, hingga membuka pintu bagi pesepak bola Sleman agar bisa berkarier di Eropa.
Oleh karena itu, menurut Deny, kedatangan Carrick Rangers FC menjadi angin segar sekaligus jembatan bagi anak-anak Sleman untuk menggapai mimpi go international.
Baca Juga: SMAN 1 Sewon Bekuk SMAN 10 Jogja 40-17, Rafael: Laga Berikut Harus Enjoy
"Lewat program ini, anak-anak yang berbakat akan tersaring dan punya kesempatan mengembangkan potensinya di tingkat internasional, khususnya Eropa," ujarnya saat ditemui di Maguwoharjo International Stadium (MagIS), Rabu (30/9) sore.
Deny menjelaskan, rangkaian program yang berlangsung sejak Selasa (29/9) hingga Rabu (30/9) malam hari tersebut melibatkan sekitar 20 Sekolah Sepak Bola (SSB) di bawah naungan Askab PSSI Sleman.
Tak hanya pembinaan kelompok putra, sepak bola putri juga mendapat porsi khusus dengan hadirnya 26 atlet hasil seleksi Porda Sleman. Para peserta menjalani latihan bersama sebelum dijaring untuk laga coaching clinic dan pemantauan bakat.
Baca Juga: Waspada! Sektor Perdagangan di Kota Jogja Diprediksi Sepi di Akhir Tahun, Pemkot Jogja Galakkan Ini
Sementara itu Chairman Carrick Rangers FC Peter Clarke mengungkapkan, ekspansi akademi globalnya ke Indonesia ini didasari oleh potensi dan gairah besar sepak bola tanah air yang dihuni 280 juta penduduk. Sleman dipandang memiliki latar belakang pembinaan dan ekosistem yang potensial.
"Rencana kami adalah membawa pelatih ke sini untuk meningkatkan kualitas pelatih lokal, sekaligus membangun pathway agar anak-anak laki-laki dan perempuan dari Indonesia bisa berlatih di Irlandia hingga berkembang menjadi pemain profesional full-time," jelasnya.
Peter mengungkapkan, sebenarnya standar tinggi yang diterapkan untuk bisa menembus akademi Carrick Rangers, tak hanya keterampilan teknis (skill) saja tidak cukup tanpa disokong gairah, mentalitas pantang menyerah, dan karakter kuat.
Baca Juga: Pegawai di Lingkungan Pemerintah Daerah hingga BUMD DIY Diminta Pakai Batik Sebulan Penuh
Terlebih, para talenta muda nantinya harus beradaptasi dengan kultur, cuaca, hingga metode latihan yang jauh berbeda di Eropa.
"Dibutuhkan investasi dan pemain yang benar-benar haus keberhasilan. Jujur, saya terkejut secara positif melihat kemampuan beberapa pemain di sini. Namun, bakat tanpa fokus dan kerja keras tidak akan berkembang," bebernya.
Dalam jangka pendek, lanjut Peter pihak Carrick Rangers FC menargetkan dapat menjaring sekitar 20 hingga 30 pemain berpotensi pada tahun pertama dalam strategi pengembangan lima tahun. Selain pembinaan usia muda, kerja sama ini juga membuka peluang pertukaran pemain senior antara Carrick Rangers FC dan PSS Sleman di kompetisi kasta tertinggi.
"Dalam satu hingga tiga bulan ke depan, kami akan menentukan kemitraan jangka panjang. Ini bukan sekadar program 12 bulan, melainkan hubungan berkelanjutan hingga satu atau dua generasi agar terjadi transfer ilmu dua arah," tandasnya. (ayu).
Editor : Heru Pratomo