Penampilan Palfore mendapat perhatian penonton. Setiap gerakan disusun untuk membawa kembali kisah perjuangan mempertahankan identitas Merah Putih.
Perwakilan Palfore, Jonathan Raham Wicaksono, menjelaskan bahwa konsep yang mereka pilih terinspirasi dari kisah perjuangan ketika para pahlawan merebut dan merobek bagian warna biru pada bendera Belanda hingga menjadi Merah Putih.
“Kami membawakan konsep perjuangan yang diangkat dari salah satu cerita pahlawan yang merebut dan merobek bendera Belanda untuk mengibarkan Merah Putih,” ujar Jonathan usai penampilan.
Penampilan tersebut tidak lahir secara instan. Palfore membutuhkan waktu sekitar dua bulan untuk mempersiapkan seluruh konsep.
Baca Juga: Drama 40 Menit, Pangudi Luhur Tundukkan SMAN 1 Kasihan 42-37 di DBL Jogja
Persiapan mencakup penyusunan koreografi, latihan, hingga menyiapkan berbagai kebutuhan visual. Sementara pengerjaan kostum dan properti dipusatkan pada satu bulan terakhir sebelum tampil.
“Kami menyiapkan penampilan ini kurang lebih sekitar dua bulan. Untuk pembuatan kostum dan pengerjaan properti sendiri difokuskan pada satu bulan terakhir,” jelasnya.
Konsep sejarah yang dipilih membuat tim harus memastikan setiap unsur pertunjukan mampu mendukung cerita yang ingin disampaikan. Koreografi, kostum, hingga properti menjadi bagian yang saling melengkapi untuk membangun suasana perjuangan di atas panggung.
Setelah menyelesaikan penampilan, Jonathan juga menyampaikan pesan kepada rekan-rekannya, baik yang tergabung dalam tim dance maupun tim basket putra SMA Pangudi Luhur yang tengah berkompetisi.
Ia meminta seluruh anggota tim menjaga fokus dan semangat selama menjalani rangkaian kompetisi.
Bagi Jonathan, perjuangan di atas panggung maupun lapangan membutuhkan proses dan konsistensi. Karena itu, ia mengajak rekan-rekannya terus berlatih dan tidak mudah menyerah dalam mengejar target.
Baca Juga: Jelang Hadapi Kendal Tornado FC, Ricky Nelson Benahi Finishing dan Koordinasi PERSIS
“Untuk teman-teman di tim dance maupun tim basket, tetap semangat, terus kejar mimpi, dan fokus menjalani setiap porsi latihan yang diberikan,” pungkas Jonathan.
Editor : Bahana.