Dari Semarang ke Jogja, Sang Ayah Saksikan Langsung Debut Daniella di Junior DBL

Bahana. • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 11:54 WIB
Dukungan keluarga menjadi energi tersendiri bagi Daniella Christabelle Tedjo Seputro
Dukungan keluarga menjadi energi tersendiri bagi Daniella Christabelle Tedjo Seputro

RADAR JOGJA – Dukungan keluarga menjadi energi tersendiri bagi Daniella Christabelle Tedjo Seputro saat menjalani debut di Junior DBL 2026 Jogja. Sang ayah, Daniel Tedjo Seputro, bahkan datang langsung dari Semarang untuk menyaksikan pertandingan perdana putrinya.

Minggu (27/9) menjadi hari istimewa bagi keluarga Tedjo Seputro. Daniel yang sehari-hari menjabat sebagai kepala pelatih SMAN 11 Semarang menyempatkan diri hadir di venue Junior DBL Jogja.

Di tengah kesibukannya sebagai pelatih sekaligus statusnya sebagai bagian dari Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026, Daniel tetap meluangkan waktu untuk mendampingi Daniella.

Ia berangkat dari Semarang sekitar pukul 08.30 WIB. Sesampainya di Yogyakarta, Daniel langsung menuju lokasi pertandingan untuk melihat penampilan pertama putrinya bersama SMP Cahaya Bangsa Utama.

Baca Juga: Kronologi Laka Maut di Bukit Fatimah Larantuka, Mobil Bawa 7 Orang Masuk Jurang, 2 Meninggal Dunia

Bagi Daniel, momen tersebut terasa istimewa. Kesibukannya sebagai pelatih membuat kesempatan untuk hadir secara langsung mendampingi Daniella tidak selalu mudah.

“Ini tahun pertama Daniella bermain di Junior DBL. Bagi saya ini sangat berarti sekali untuk support Daniella di sela-sela kesibukan saya sebagai pelatih,” ujar Daniel.

Daniella saat ini duduk di kelas VIII SMP. Musim 2026 juga menjadi debut SMP Cahaya Bangsa Utama di Junior DBL Jogja setelah mendapatkan kesempatan tampil melalui jalur waiting list.

Keputusan Daniella melanjutkan pendidikan di Yogyakarta memiliki kaitan erat dengan impiannya di dunia basket. Sejak masih tinggal di Semarang, ia sudah memiliki keinginan untuk merasakan atmosfer kompetisi DBL.

Menurut Daniel, putrinya memandang DBL sebagai salah satu panggung untuk mewujudkan impian para pelajar.

“Daniella melihat DBL itu sebagai Home of the Dreamers, sesuai tema DBL tahun ini,” katanya.

Berawal dari Balet, Beralih ke Basket

Menariknya, basket bukan olahraga pertama yang ditekuni Daniella. Saat masih kecil, ia justru aktif menekuni balet.

Kegiatan tersebut dijalani Daniella sejak taman kanak-kanak hingga kelas III SD. Memasuki kelas IV SD, barulah ia meminta izin kepada sang ayah untuk mencoba bermain basket.

Daniel memberikan kesempatan sekaligus dukungan. Baginya, hal terpenting adalah Daniella memiliki aktivitas olahraga yang membuat tubuhnya tetap sehat.

“Kemudian kelas IV SD minta basket sama saya. Daniella senang main basket dari diri dan hatinya sendiri. Saya yang penting Daniella mau olahraga biar sehat badannya,” tutur Daniel.

Seiring waktu, keinginan Daniella untuk tampil di Junior DBL semakin kuat. Karena kompetisi tersebut tidak tersedia di Semarang, ia akhirnya memilih melanjutkan pendidikan di Yogyakarta.

Baca Juga: Empat Cerita Indonesia Hadir dalam AQUA DBL Dance 2026 D.I. Yogyakarta

Keputusan itu bukan hanya berkaitan dengan basket. Daniella juga ingin belajar hidup mandiri sejak usia muda. Ia harus meninggalkan keluarga untuk menjalani pendidikan sekaligus mengembangkan kemampuannya di lapangan.

“Daniella juga mau belajar mandiri sejak dari muda dengan merantau ke Jogja,” ujar Daniel.

Setelah mempertimbangkan sejumlah pilihan, SMP Cahaya Bangsa Utama akhirnya menjadi sekolah yang dipilih Daniella.

Sejak itu, ia menjalani keseharian di Yogyakarta tanpa didampingi keluarga secara langsung. Daniel dan keluarga hanya bisa mengunjunginya secara berkala.

Meski jarak memisahkan, dukungan keluarga tetap diberikan. Daniel mengungkapkan bahwa keluarga biasanya datang menjenguk Daniella sekitar satu kali dalam sebulan.

“Kita jenguk cuma sekali dalam sebulan,” ungkap Daniel.

Debut dengan 6 Poin

Daniel juga selalu berpesan kepada Daniella agar menikmati setiap proses yang dijalani. Tidak hanya dalam basket, tetapi juga pendidikan dan kehidupan sehari-hari.

Pesan tersebut coba diterapkan Daniella ketika akhirnya mendapat kesempatan menjalani debut di Junior DBL 2026 Jogja.

Menghadapi SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta, Daniella menyumbangkan enam poin dan empat rebound. Enam poin tersebut menjadi catatan tertinggi di antara pemain SMP Cahaya Bangsa Utama.

Baca Juga: De La Fuente Memuji Magis Lamine Yamal saat Hancurkan Kroasia di Sevilla

Sayangnya, performa tersebut belum cukup untuk membawa timnya meraih kemenangan. SMP Cahaya Bangsa Utama harus mengakui keunggulan SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta dengan skor 15-25.

Meski hasil pertandingan belum sesuai harapan, Daniel tetap mengapresiasi keberanian putrinya menjalani pengalaman baru tersebut.

“Enjoy setiap proses yang dilakukan saat ini baik di basket, pendidikan, dan segala hal yang akan dilakukan dalam segala kehidupannya,” ungkap Daniel.

Bagi Daniel, debut Daniella di Junior DBL 2026 Jogja bukan semata-mata tentang kemenangan atau kekalahan. Pertandingan tersebut menjadi bagian dari proses panjang untuk berkembang sebagai pemain basket sekaligus pribadi yang lebih mandiri.

Impian Daniella untuk merasakan panggung DBL akhirnya terwujud. Perjalanan setelah debut tersebut masih panjang dan akan menghadirkan berbagai tantangan serta pengalaman baru.

Dari Semarang, Daniel dan keluarga akan terus memberikan dukungan serta doa agar Daniella dapat menikmati setiap proses, berkembang, dan mengejar berbagai mimpi yang ingin diwujudkannya.

Editor : Bahana.
Junior DBL Jogja Daniella Christabelle Daniel Tedjo Seputro SMP Cahaya Bangsa Utama DBL Jogja