SLEMAN- Tampil kreatif dan penuh humor dihadirkan oleh tim dance SMP Budi Utama atau dikenal dengan ENNEATROOPS pada ajang AQUA DBL Dance 2026 D. I. Yogyakarta. Bawakan konsep kehidupannya sehari-hari "Indonesia 24 jam", mereka secara khusus menyoroti sosok emak-emak Indonesia yang kerap dijuluki sebagai "ras terkuat di bumi".
Kapten dance SMP Budi Utama, Fiona Audrey atau kerap disapa Fiona menjelaskan konsep ini menggambarkan adanya dinamika kesibukan sehari-hari masyarakat Indonesia yang tak lepas dari peran serta ketegasan seorang ibu.
"Konsep kita itu menggambarkan Indonesia 24 jam. Di sela-sela kesibukannya itu, selalu ada ibu kita yang merupakan ras terkuat di bumi. Ceritanya tentang emak-emak yang menyuruh anak-anaknya pergi sekolah." ujar Fiona.
Baca Juga: AQUA DBL DANCE 2026 D.l. Yogyakarta: Salvador Dance Crew BOSA Angkat Tema "Pertualangan Sherina"
Kesan unik dan mencolok itu semakin terasa lewat berbagai properti pendukung penampilan tersebut. Ada yang menggunakan rol rambut yang masih terpasang, serta membawa kemoceng yang disimbolkan sebagai "senjata utama" khas emak-emak Indonesia.
Tak hanya itu, mereka juga menyajikan potret kemacetan lalu lintas khas Indonesia dengan menghadirkan properti stang motor yang lengkap dengan sembilan buah layang-layang, tangga partisi hingga patung tangan.
"Stang motor itu menggambarkan kondisi Indonesia yang akrab dengan kemacetan di jalanan, jadi seperti kendaraan khas harian." tambahnya.
Kostum yang dikenakan tim ENNEATROOPS ini juga menampilkan hal berbeda dengan perpaduan warna-warni yang mencolok serta sentuhan corak leopard berbulu untuk memberikan kesan nyentrik dan menyita perhatian publik.
Mengakhiri penampilannya, Fiona menyampaikan harapan terbaik bagi tim basket yang sedang berkompetisi pada ajang Honda DBL with Kopi Good Day 2026 D. I. Yogyakarta.
Baca Juga: Peringatkan Bahaya Tren Musik Luar Negeri, Stero Dance Crew Angkat Tema "Tiba-Tiba Musik Indonesia"
"Semoga tim kita bisa tampil lancar dan bisa memberikan hasil yang maksimal di kompetisi ini." pungkasnya.
Editor : Iwa IkhwanudinSumber : Radar Jogja