Lestarikan Warisan Leluhur, SMAN 2 Bantul Usung Konsep Permainan Tradisional di GOR UNY 

Heildan Ahmad Nashi • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 19:11 WIB
Tim Dance SMA N 2 Bantul (Foto: Heildan)
Tim Dance SMA N 2 Bantul (Foto: Heildan)

 SLEMAN — Tim dance SMA Negeri 2 Bantul suguhkan penampilan unik pada gelaran kompetisi AQUA DBL Dance 2026 D. I Yogyaka. Berbeda dengan tren tarian modern pada umumnya, tim ini memilih untuk mengusung konsep permainan tradisional dalam koreografi mereka.

Perwakilan tim dance SMA N 2 Bantul, Jelita, mengungkapkan bahwa pemilihan konsep tersebut berawal dari keprihatinan terhadap generasi muda yang mulai melupakan permainan masa lalu.

"Kami membawakan konsep permainan tradisional yang sering dimainkan pada zaman dulu. Penampilan ini kami peragakan agar anak-anak zaman sekarang tidak lupa dan tetap mewarisi warisan leluhur kita," ujar Irfanella saat ditemui jelang penampilannya, Senin (28/9/2026).

Untuk menampilkan performa yang maksimal, Irfanella dan timnya telah menjalani latihan intensif sebanyak tiga kali dalam seminggu.

Baca Juga: Anggota Komisi C DPRD Sleman Abdul Kadir, Menjaga Eksistensi KWT, Berkembang dan Berkesinambungan

Selain kesiapan koreografi dan fisik, dukungan teknis di balik panggung juga disiapkan secara matang. Seluruh kostum hingga properti penunjang tarian dirancang sebaik mungkin.

Melalui persiapan yang matang dan konsep yang sarat pesan budaya ini, tim dance SMA N 2 Bantul optimistis dapat menginspirasi para penonton pada pertunjukan malam ini.

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Radar Jogja
Aqua DBL Dance tradisional permainan SMA 2 Bantul DBL Jogja