SLEMAN- Tim basket putri SMA Negeri 2 Yogyakarta (SMADA) sukses mengamankan kemenangan dan meyakinkan pada pertandingan selanjutnya. Berhadapan dengan tim basket putri SMAN 10 Yogyakarta, SMADA berhasil menutup pertandingan lewat keunggulan skor akhir 25-6.
Pertandingan berjalan sengit pada kuarter pertama. Perolehan poin kedua tim sempat berlangsung dengan ketat karena tim SMADA masih beradaptasi dengan ritme permainan di lapangan.
"Awalnya di kuarter satu dan dua, perolehan poin kita belum terlalu jauh. Di awal pertandingan, kami juga sempat grogi dan belum panas" ujar Dea selaku kapten tim basket putri SMADA pada Minggu (27/9).
SMADA bangkit dan kuasai lapangan pada kuarter ketiga dan keempat, tim basket putri ini semakin menampilkan performa terbaiknya pada ajang pertandingan Honda DBL With Kopi Good Day 2026 D. I. Yogyakarta.
Baca Juga: Suami Lawan Istri! Dua Pasutri Segera Berebut Kursi Lurah di Bantul
Bermain lebih tenang dan kuasai lapangan di kuarter ketiga dan keempat, Dea serta kawan-kawan terus menambah pundi-pundi poin hingga memperlebar jarak keunggulan.
Meskipun tim lawan sempat memberikan perlawanan dan menambah poin di menit terakhir, SMADA mampu meredam tekanan tersebut.
"Di kuarter tiga dan empat kita bisa menaikkan ritme dan tempo permainan, jadi selisih poinnya makin jauh dan mainnya jauh lebih tenang. Semua teman-teman tampil keren." ungkap Dea dengan bangga terhadap rekan-rekannya.
Persiapan matang untuk menggapai kemenangan ini tak lepas dari proses latihan panjang yang telah dijalani tim basket SMADA selama 3 hingga 4 bulan terakhir.
Evaluasi kecil terkait ketenangan tim di awal pertandingan pun akan terus dipoles menghadapi laga berikutnya.
Menatap perjalanan kompetisi ke depan, kapten tim basket putri SMADA menegaskan target besar yang ingin diraih bersama timnya.
Baca Juga: PSS Sleman Tak Tambah Pemain Baru, Huistra Beralasan Banyak Tim Enggan Lepas Pemain Bagus
"Harapan kami pastinya bisa lolos dari babak grup dulu lalu masuk playoff dan target berikutnya bisa tembus sampai semifinal." pungkas Dea.
Editor : Iwa IkhwanudinSumber : Radar Jogja