Cherdio Tinggalkan Pekanbaru demi Pendidikan dan Mimpi di DBL D.I Yogyakarta

Satria Putra Sejati • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 18:02 WIB
Cherdio Putra Javawinthsa saat memperkuat SMA Stella Duce 2 Yogyakarta (Stero) di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Yogyakarta.
Cherdio Putra Javawinthsa saat memperkuat SMA Stella Duce 2 Yogyakarta (Stero) di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Yogyakarta.

Keputusan Cherdio Putra Javawinthsa untuk melanjutkan pendidikan SMA di Yogyakarta menjadi sebuah perjalanan besar. Berasal dari Pekanbaru, Riau, ia harus meninggalkan keluarga dan menempuh jarak sekitar 1.800 kilometer demi mengejar pendidikan sekaligus pengalaman baru.

Keinginan Cherdio untuk merantau sebenarnya sudah muncul setelah dirinya menyelesaikan pendidikan SMP. Namun, pilihan tersebut bukan keputusan yang mudah bagi keluarga.

Setelah melalui berbagai pertimbangan, Cherdio akhirnya memilih SMA Stella Duce 2 Yogyakarta (Stero) sebagai tempat melanjutkan pendidikan.

Ayah Cherdio, Widiyono, mengatakan keputusan tersebut diambil bukan semata-mata untuk kepentingan akademik.

Menurutnya, lingkungan baru di Yogyakarta juga dapat membantu Cherdio belajar beradaptasi, bersosialisasi, berorganisasi, serta bertemu dengan orang-orang dari berbagai latar belakang.

Baca Juga: Bawa Pesan Pelestarian Laut, Dance SMUTEN Tampil di AQUA DBL Dance 2026 D.I. Yogyakarta

“Yang kami lihat bukan hanya kesempatan mendapatkan pengalaman akademik, tetapi juga ruang baginya untuk belajar bersosialisasi, beradaptasi, berorganisasi, serta mengenal teman-teman dengan latar belakang yang beragam,” ujar Widiyono.

Bagi keluarga, melepas Cherdio untuk tinggal jauh dari rumah tentu bukan perkara sederhana. Namun, mereka ingin memberikan kesempatan kepada Cherdio untuk belajar menentukan arah kehidupannya sendiri.

Selain pendidikan, dunia basket turut menjadi salah satu alasan Cherdio memilih Yogyakarta. Ia memiliki keinginan untuk merasakan atmosfer Honda DBL with Kopi Good Day D.I Yogyakarta.

Keinginan tersebut juga mendapat dukungan dari kedua orangtuanya. Mereka menilai pengalaman bermain di DBL dapat menjadi kesempatan positif selama Cherdio menjalani prosesnya dengan disiplin dan sungguh-sungguh.

Baca Juga: Debut Manis Azra, Tripoin di Detik Akhir Bawa Mache Raih Kemenangan

“Dia pernah cerita kepada kami bahwa dia ingin punya pengalaman bermain di DBL. Sebagai orang tua, kami melihat itu sebagai mimpi yang positif. Selama dia mau berlatih, disiplin, dan menjalani prosesnya dengan sungguh-sungguh, tentu kami dukung,” tutur Widiyono.

Cherdio pun memiliki alasan tersendiri. Bermain bersama Stero di DBL memberinya kesempatan untuk menguji kemampuan sekaligus melihat sejauh mana dirinya mampu berkembang ketika berada di lingkungan yang berbeda.

“Benar-benar mimpi saya adalah bermain di DBL. Saya ingin melihat apakah saya bisa tetap berkembang ketika berada di lingkungan berbeda,” ungkap Cherdio.

Dua tahun menjalani kompetisi DBL D.I Yogyakarta membuat Cherdio mendapatkan banyak pengalaman. Salah satu hal yang ia rasakan adalah meningkatnya standar permainan yang harus dihadapi.

Kondisi tersebut justru menjadi pemacu baginya untuk terus berkembang. Cherdio menyadari bahwa ia masih memiliki banyak hal yang harus dipelajari setelah datang ke Yogyakarta.

“Setelah ke Jogja ini barulah aku sadar bahwa sebenarnya aku ini bukan siapa-siapa. Itu yang bikin aku semangat mengejar ketertinggalan dan standar basket yang ada di sini,” katanya.

Baca Juga: Tampilkan Kisah Roro Jonggrang, Twirling Bats SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta Pukau Penonton

Perjalanan Cherdio di musim keduanya bersama Stero juga tidak sepenuhnya berjalan mulus. Ia sempat mempertimbangkan untuk tidak mengikuti DBL musim ini karena harus membagi waktu dengan berbagai kegiatan organisasi dan kepanitiaan di luar lapangan.

Namun, dukungan dari pelatih dan rekan-rekan setim membuat Cherdio kembali yakin untuk mengikuti proses seleksi hingga akhirnya masuk ke dalam tim.

“Cuma setelah mendapatkan penguatan dari coach dan teman-teman, akhirnya aku tetap ikut seleksi masuk tim untuk DBL,” ujarnya.

Sejak saat itu, Cherdio berusaha lebih disiplin dalam mengatur waktu. Ia melakukan berbagai koordinasi agar kegiatan organisasi maupun kepanitiaan yang dijalani tidak berbenturan dengan jadwal latihan.

Menurutnya, pengalaman bermain di DBL tidak hanya berkaitan dengan pertandingan dan hasil akhir. Kompetisi tersebut juga mengajarinya mengenai kedisiplinan, konsistensi, serta tanggung jawab terhadap pilihan yang telah diambil.

Sebagai seorang perantau, Cherdio juga harus menghadapi tantangan emosional selama tinggal jauh dari keluarga. Tekanan dari berbagai aktivitas terkadang membuatnya merasa lelah.

“Gak banyak yang bisa ngertiin perasaan aku seolah orang selalu mengejar aku buat ini itu tanpa tahu kondisi aku bagaimana. Ada banyak momen ketika saya merasa lelah dan bertanya pada diri sendiri, ‘Sampai kapan harus seperti ini?’” cerita Cherdio.

Meski begitu, ia berusaha tidak larut dalam keadaan tersebut. Cherdio menyadari bahwa keputusan untuk merantau ke Yogyakarta merupakan pilihan yang harus dijalani dengan penuh tanggung jawab.

“Buat apa jauh-jauh ke Jogja kalau saya terus mengeluh?” tegasnya.

Dukungan keluarga dari jauh menjadi salah satu sumber semangat Cherdio. Hal tersebut bahkan terlihat ketika dirinya mengikuti ajang DBL Favorite Player Boys 2025 D.I Yogyakarta.

Baca Juga: Raih Emas di Atletik, Fabian Dimas Kini Tantang Panggung DBL Bersama Padmawidya

Pada musim tersebut, Cherdio berhasil menempati posisi kedua. Orangtuanya turut membantu dengan menghubungi banyak pihak dan menyebarkan informasi mengenai proses voting.

“Orang tua saya sangat bangga melihat anaknya bisa bermain di DBL. Mereka ikut menghubungi banyak orang untuk meminta dukungan dan menyebarkan informasi mengenai voting tersebut,” ungkap Cherdio.

Dukungan tersebut membuat Cherdio merasa tidak menjalani perjuangannya seorang diri. Ada keluarga, teman, pelatih, hingga suporter sekolah yang terus memberikan dorongan kepadanya.

Memasuki musim keduanya bersama Stero, Cherdio pun mengawali perjalanan dengan hasil positif. SMA Stella Duce 2 Yogyakarta berhasil mengalahkan SMAN 3 Yogyakarta dengan skor 29-24.

Cherdio mengaku pertandingan tersebut berlangsung dengan suasana yang menegangkan sekaligus menyenangkan.

Ia juga memberikan apresiasi kepada rekan-rekan setim dan suporter yang ikut memberikan energi sepanjang pertandingan.

“Jujur seru dan tegang banget. Saya mau ucapkan terima kasih karena perjuangan besar tim dan suporter besar sekolah,” ujarnya.

Setelah kemenangan tersebut, Cherdio masih ingin meningkatkan penampilannya pada pertandingan berikutnya.

Ia secara khusus ingin memperbaiki pengambilan keputusan di lapangan dan mempersiapkan mental dengan lebih baik.

SMA Stella Duce 2 Yogyakarta selanjutnya dijadwalkan menghadapi SMA Budi Utama pada (28/9). Kemenangan dalam pertandingan tersebut akan membuka peluang Stero untuk melangkah ke babak Playoffs Honda DBL with Kopi Good Day 2026 D.I Yogyakarta.

Editor : Satria Putra Sejati
SMA Stella Duce 2 Yogyakarta cherdio putra javawinthsa Yogyakarta honda dbl with kopi good day Stero