Legawa Kalah, Suporter DEPSA Jalani "Hukuman" Push-Up di GOR UNY

Septi Sri Hartanti • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 13:12 WIB
Aksi push-up ini menjadi bentuk "hukuman" kreatif sekaligus simbol rasa persaudaraan dan solidaritas suporter. (Foto: Septi Sri Hartanti)
Aksi push-up ini menjadi bentuk "hukuman" kreatif sekaligus simbol rasa persaudaraan dan solidaritas suporter. (Foto: Septi Sri Hartanti)

​SLEMAN — Kekalahan di lapangan tak lantas menyurutkan aksi menarik di tribun penonton. Ada pemandangan tak biasa di arena Gelanggang Olahraga Universitas Negeri Yogyakarta (GOR UNY) pada Sabtu (26/9/2026) pagi pukul 10.00 WIB, saat ratusan suporter DEPSA justru melakukan aksi push-up bersama di tribun usai tim kebanggaan mereka dipaksa mengakui keunggulan lawan. 

Aksi push-up ini menjadi bentuk "hukuman" kreatif sekaligus simbol rasa persaudaraan dan solidaritas suporter atas kekalahan yang dialami tim di lapangan. Meski harus menerima hasil yang tidak sesuai harapan, suasana tribun tetap diwarnai canda tawa dan rasa kebersamaan. 

Anggota suporter DEPSA, Rahmat Nur Wahid, mengonfirmasi bahwa aksi fisik tersebut merupakan bentuk kesepakatan spontan sebagai hukuman atas hasil pertandingan hari itu. 

​"Tadi disuruh push-up karena kalah toh, kalah suruh push-up... hukuman," ujar Rahmat sembari tersenyum usai laga.

Baca Juga: Gemuruh Tanpa Henti! Suporter DEPSA Padati GOR UNY Sejak Pagi Demi Dukung Tim Kebanggaan

Saat ditanya mengenai makna kehadiran suporter di balik kekalahan dan hukuman unik tersebut, Rahmat menegaskan fungsi utama kehadiran mereka di tribun

​"Makna suporter adalah dukungan," singkat Rahmat.

Meskipun harus menerima kenyataan pahit dan menjalankan hukuman push-up, para suporter menegaskan komitmen mereka untuk tidak pernah berpaling. Kekalahan hari ini dijadikan evaluasi dan bahan pemicu semangat untuk terus mendampingi tim DEPSA pada laga-laga selanjutnya. 

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Radar Jogja
Junior DBL 2026 Jogja DEPSA Kalah push up Solidarity push up