SLEMAN - Keterbatasan waktu tak memadamkan kreativitas tim dance SMA Negeri 9 Yogyakarta saat perform di ajang DBL Dance Competition 2026 D.I. Yogyakarta Series yang digelar di GOR UNY Yogyakarta, Jumat (25/9/2026).
Meski hanya mengantongi waktu latihan sekitar satu bulan, penampilan enerjik mereka berhasil memukau penonton di lapangan.
Anggota tim dance SMA 9 Yogyakarta, Meira Sima Samara, mengakui bahwa persiapan musim ini jauh lebih singkat dibandingkan tahun sebelumnya.
"Jujur untuk kesempatan kali ini lumayan singkat. Kalau dibandingin tahun lalu kita punya waktu sekitar tiga bulan, kali ini kita cuma punya waktu sekitar satu bulan saja," ungkap Meira saat ditemui usai tampil.
Baca Juga: Tampil Ala Wonder Woman, Maskot SMA Stella Duce 2 Curi Perhatian Penonton di DBL D.I. Jogjakarta
Meski terbilang singkat, tim yang beranggotakan 10 penari ini berhasil mengemas pertunjukan yang sarat makna.
Mengusung konsep "Museum Musik Indonesia", koreografi mereka menceritakan narasi perjalanan musik tanah air yang terbagi dalam dua kubutradisional dan modern.
"Ceritanya kami jadi patung yang terjebak di suatu masa. Lalu ada anak dari masa depan yang sempat menganggap kubu tradisional itu kuno. Tapi at the end of the day, kami ingin menyampaikan pesan bahwa kita semua adalah rangkaian dari perjalanan musik Indonesia, kita ini satu Indonesia," jelas Meira mengenai pesan di balik tariannya.
Tak hanya koreografi, detail visual kostum juga dipersiapkan secara matang dan mandiri.
Baca Juga: DPRD Kulon Progo Minta Pemkab Komunikasi Dengan Pemprov DIY Terkait Tambang Pasir Tuksono
Mengusung perpaduan warna biru khas sponsor utama hingga ornamen batik Indonesia, mereka bahkan mengecat sendiri sepatu yang digunakan di lapangan.
Proses penjahitan kostum oleh sang pelatih (coach) pun diselesaikan dalam waktu cepat, yakni sekitar 1 hingga 2 minggu saja.
Kerja keras dan totalitas persiapan kilat tersebut terbayar tuntas lewat sorak-sorai penonton yang memberi apresiasi hangat atas penampilan memukau tim dance SMA 9 Yogyakarta. (Septi Hartanti)
Editor : Meitika Candra Lantiva