SLEMAN - Tim dance SMA Negeri 5 Yogyakarta, Lima Dancer (Machzer) tampil penuh energi dalam acara DBL dengan membawakan konsep pertunjukan "Panah Dharma".
Kapten Machzer, Aquila Audrey Nidya atau yang akrab disapa Qila menjelaskan konsep yang diusung pada ajang dancer ini terinspirasi dari kisah Ksatria dari Bali dengan semangat yang membara.
"Tema kita tentang Panah Dharma, menceritakan tentang ksatria dari Bali. Karena temanya membara, kita pakai elemen kain merah sebagai simbol api," ujar Qila pada saat ditemui usai tampil, Jumat (25/9/2026).
Baca Juga: Cegah TPPO, Kanwil Ditjen Imigrasi DIY Bakal Tambah Desa Binaan Imigrasi: Baru 21 Titik di DIY
Tak hanya dengan kain merah, penampilan Machzer juga dilengkapi oleh atraksi pencahayaan yang menarik perhatian para penonton.
"Properti lampu itu menunjukan adanya simbol cahaya di tengah kegelapan. Makannya ekspresi kami tadi di awal tarian tadi menggebu-gebu, garang, dan intens untuk mendalami karakter," tutur Qila.
Di balik penampilannya yang memukau para penonton, Machzer harus berpacu dengan waktu selama masa persiapan ini.
Dengan adanya jadwal kompetisi yang dimajukan tentunya tidak menjadi penghalang bagi mereka.
Baca Juga: Bakar Sampah di Musim Kemarau Picu Kebakaran Lahan di Sleman Melonjak Signifikan
"Rasanya lega banget setelah tampil. Bangga sama tim yang udah kerja keras latihan sampai malam dan ditempa oleh coach hingga akhirnya terwujud hari ini," pungkas Qila dengan rasa penuh bangga.
Tim dance yang memiliki slogan khas "We Shine, We Dance, We're Machzer!" ini sukses menutup penampilan mereka dengan riuh tepuk tangan dari para pendukung serta penonton yang menghadiri arena lapangan pertandingan. (Penampilan Aqua DBL Dance Machzer. (Franzeska Aurellea Paskaningtyas)
Editor : Meitika Candra Lantiva