PSS Sleman Telan Hat-trick Kekalahan, Pieter Huistra Sebut Tim Sedang Adaptasi

Adib Lazwar Irkhami • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 22:19 WIB
NOL POIN LAGI: Para pemain PSS Sleman saat berduel dengan pemain Dewa United di Banten International Stadium, Minggu (20/9) sore. (Dok. PSS Sleman)
NOL POIN LAGI: Para pemain PSS Sleman saat berduel dengan pemain Dewa United di Banten International Stadium, Minggu (20/9) sore. (Dok. PSS Sleman)

 

SLEMAN - Awal musim yang penuh tekanan harus dihadapi PSS Sleman dalam kompetisi Super League musim 2026/2027. Sebab, skuad berjuluk Laskar Sembada itu sama sekali belum mengantongi poin usai dipaksa menelan hat-trick kekalahan secara beruntun pada tiga laga pembuka.


​Hasil minor itu menempatkan PSS tercecer di peringkat ke-15 klasemen sementara dari total 18 kontestan Super League. Posisi tersebut terbilang kritis, karena hanya berjarak satu tingkat di atas jurang zona degradasi.


​Menanggapi rentetan hasil negatif di awal musim itu, Pelatih PSS Pieter Huistra mengungkapkan sejatinya tim pelatih terus melakukan pembenahan dan evaluasi mendalam pasca pertandingan. 

Baca Juga: Posisi Pieter Huistra Terancam, Mulai Muncul Desakan Mundur dari Pelatih PSS Sleman


Tak hanya itu, tim pelatih juga melakukan pemetaan kekuatannya dan analisis terhadap gaya permainan lawan yang selalu dilakukan secara detail sebelum pertandingan di mulai. 


"Selalu setiap pertandingan kami perbaiki. Dua pertandingan sebelumnya kami sudah perbaiki, kami sudah selalu bikin evaluasi juga untuk kami bisa tahu apa yang lawan lakukan. Pasti kami ada analisis semuanya," ungkapnya, Senin (21/9).

Baca Juga: Dipaksa Menyerah Dewa United, PSS Sleman Hat-trick Kekalahan di Awal Musim Super League 2026/2027


Meski begitu, Huistra menyatakan posisi sulit yang dihadapi oleh timnya ini adalah proses adaptasi. Mengingat PSS merupakan tim yang berstatus sebagai tim promosi usai naik kasta dari Championship.

Terlebih lagi, lawan-lawan yang dihadapi di tiga laga awal merupakan tim-tim kuat yang saat ini menghuni papan atas klasemen sementara.


"Kami baru balik dari Liga 2, tiga pertandingan ini kami bisa lihat, PSS main lawan Bali, lawan Madura, lawan Dewa. Ini tiga tim untuk di papan atas," cetusnya. 


Oleh karena itu, Huistra meminta publik dan para Sleman Fans untuk sedikit bersabar. Sebab, menurutnya, meracik kekompakan dan kestabilan permainan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia membutuhkan proses serta waktu yang tidak instan. "Ini juga butuh waktu untuk bisa juga game semuanya bisa kompak," cetus pelatih asal Belanda itu. (ayu/laz)

Editor : Sevtia Eka Novarita
Sumber : Radar Jogja
HUISTRA laskar sembada PSS Sleman Super League sleman fans