Pasca-Melawan Persebaya, Skuad PSIM Tetap Tinggal di Surabaya dan Bersiap Hadapi Madura United

Fahmi Fahriza • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 18:04 WIB
NIHIL POIN: Pertandingan antara PSIM Jogja melawan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Minggu (12/9) malam. (Media PSIM Jogja)
NIHIL POIN: Pertandingan antara PSIM Jogja melawan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Minggu (12/9) malam. (Media PSIM Jogja)

 JOGJA - PSIM tidak langsung kembali ke Jogja setelah melakoni laga tandang kontra Persebaya Surabaya pada Minggu (13/9) di pekan kedua BRI Super League 2026/2027. Laskar Mataram memilih tetap berada di Surabaya untuk menjalani persiapan sebelum kembali melakoni laga tandang menghadapi Madura United di pekan ketiga.


Keputusan itu diambil dengan mempertimbangkan padatnya agenda perjalanan. Setelah bermain di Gelora Bung Tomo (GBT), PSIM masih harus bertolak ke Pamekasan untuk menghadapi Madura United pada Jumat (18/9).

Baca Juga: Tiga Striker Asing Tersedia di Skuad PSIM, Van Gastel Buka Peluang Mainkan Dua Sekaligus


Manajer tim PSIM Iksan Mahar mengatakan, keputusan menetap di Surabaya merupakan hasil kesepakatan antara manajemen dan tim pelatih. Langkah itu terutama ditujukan untuk menjaga kondisi fisik para pemain setelah menjalani pertandingan yang cukup menguras tenaga.


"Manajemen dan tim pelatih sepakat menetap di Surabaya demi mencegah kelelahan pemain akibat perjalanan. Setelah menjalani laga ketat melawan Persebaya, para pemain sangat butuh waktu istirahat yang cukup," ujarnya, Selasa (15/9).


PSIM menilai jika perjalanan kembali ke Jogja, sebelum kemudian kembali ke Jawa Timur dalam waktu relatif singkat, justru berpotensi menambah beban fisik para pemain. Karena itu, Surabaya dipilih sebagai tempat transit sekaligus pusat persiapan tim sebelum bergeser ke Pamekasan.

Baca Juga: Kisah Kedatangan Ondrej Rudzan, dari Tawaran Bergabung saat Musim Dingin hingga Jadi Starter di PSIM


Selain memangkas mobilitas, keputusan ini membuat waktu yang tersedia bisa dimanfaatkan lebih optimal untuk memulihkan kondisi pemain. Apalagi, PSIM harus menghadapi Madura United yang mengawali kompetisi dengan catatan positif.


"Jika tim dipaksakan kembali ke Jogja terlebih dahulu, beban fisik akan bertambah dan berisiko menurunkan performa," tegasnya.

Baca Juga: Refleksi PSIM Jogja usai Kalah di GBT, Van Gastel Jelaskan Strategi Pergantian Pemainnya


Selama berada di Surabaya, tim pelatih tidak hanya berfokus pada pemulihan fisik para pemain. PSIM juga memanfaatkan jeda menuju pertandingan berikutnya untuk memperhatikan kebutuhan nutrisi pemain sekaligus melakukan evaluasi dan pematangan taktik. "Sisa waktu ini kami optimalkan sepenuhnya untuk pemulihan fisik, pengawasan asupan gizi, dan pematangan taktik," tambahnya.


Setelah laga kontra Persebaya, PSIM masih memiliki waktu beberapa hari untuk mempersiapkan pertandingan di Pamekasan. Masa itu menjadi kesempatan bagi tim pelatih untuk memastikan kondisi pemain tetap terjaga sekaligus menyiapkan pendekatan yang tepat menghadapi Madura United.


"Kami ingin memastikan skuad dalam kondisi bugar 100 persen dan siap bertanding pada Jumat mendatang untuk meraih poin maksimal,"  tambah Iksan. (iza/laz)

Editor : Sevtia Eka Novarita
Sumber : Radar Jogja
Gelora Bung Tomo tandang persebaya Laskar Mataram PSIM Jogja