JOGJA - Pelatih PSIM Jogja Jean Paul Van Gastel tidak menutup kemungkinan akan menggunakan dua striker dalam situasi tertentu pada kompetisi BRI Super League 2026/2027. Meski sejak musim lalu lebih sering mengandalkan satu penyerang tunggal, pelatih asal Belanda itu menegaskan tidak ingin terpaku pada satu pola permainan tertentu.
Saat ini Laskar Mataram memiliki tiga penyerang yang seluruhnya merupakan pemain asing. Mereka adalah Nermin Haljeta asal Slovenia yang dipertahankan dari musim lalu, serta dua rekrutan anyar Adrian Dalmau dari Spanyol dan Mauro Caballero dari Paraguay.
Baca Juga: Kisah Kedatangan Ondrej Rudzan, dari Tawaran Bergabung saat Musim Dingin hingga Jadi Starter di PSIM
Dari tiga nama itu, Dalmau sejauh ini menjadi pilihan utama Van Gastel. Penyerang asal Spanyol itu selalu dipercaya sebagai starter dalam dua pertandingan awal PSIM musim ini menghadapi Persita Tangerang dan Persebaya Surabaya.
Sementara Haljeta dan Caballero belum mendapatkan kesempatan sebagai starter. Situasi ini membuat opsi memainkan dua penyerang sekaligus tetap terbuka, terutama apabila kebutuhan pertandingan menuntut PSIM menambah daya gedor dari lini depan.
Baca Juga: Dari Bertahan ke Berbenah, Van Gastel Bawa Evaluasi Gaya Main PSIM Jogja ke Musim Keduanya
"Pada prinsipnya saya fleksibel. Kalau saya pikir kami harus melakukan itu, maka kami menggunakan dua striker," kata Van Gastel, Selasa (15/9).
Sejak musim lalu, skema dengan dua penyerang memang bukan menjadi pilihan utama Van Gastel. PSIM lebih sering bermain dengan satu striker tunggal, sementara tambahan penyerang biasanya dilakukan ketika situasi pertandingan mengharuskan tim bermain lebih agresif, misalnya saat berada dalam posisi tertinggal dan butuh gol untuk menyamakan kedudukan.
Baca Juga: Refleksi PSIM Jogja usai Kalah di GBT, Van Gastel Jelaskan Strategi Pergantian Pemainnya
Van Gastel sendiri tidak memandang formasi sebagai sesuatu yang harus dipertahankan secara kaku sepanjang pertandingan. Menurutnya, rencana yang sudah disiapkan sebelum laga tetap bisa berubah apabila situasi di lapangan membutuhkan pendekatan berbeda.
"Game plan tentu ada, tapi terkadang laga berjalan berbeda. Keputusan sepersekian detik bisa mengubah pertandingan," ujarnya.
Fleksibilitas itu juga berkaitan dengan karakter pemain yang tersedia di dalam skuad. Van Gastel sebelumnya menjelaskan, cara bermain PSIM tidak hanya ditentukan oleh keinginannya sebagai pelatih, tetapi juga kualitas dan profil pemain yang dimilikinya.
"Profil pemain sangat menentukan bagaimana saya bermain. Jadi saya harus menemukan cara bermain yang sesuai dengan kekuatan mereka dan menutupi kelemahan mereka," tutur Van Gastel.
Baca Juga: PSIM Jogja Kembali ke GBT Lawan Persebaya Surabaya dengan Misi Ulangi Memori Musim Lalu
Dengan tiga opsi penyerang asing, Van Gastel memiliki beberapa alternatif untuk mengubah struktur serangan PSIM. Dalmau sejauh ini masih menjadi pilihan utama di posisi ujung tombak, tetapi keberadaan Haljeta dan Caballero memberi opsi tambahan apabila pelatih membutuhkan dua penyerang di lapangan.
Opsi itu sekaligus membuat persaingan di lini depan PSIM masih terbuka. Terlebih kompetisi baru berjalan dua pekan dan perjalanan musim masih panjang, sehingga kebutuhan taktik maupun karakter lawan dapat memengaruhi keputusan Van Gastel dalam menentukan komposisi lini depan. (iza/laz)
Sumber : Radar Jogja