JOGJA - Kedatangan Ondrej Rudzan ke PSIM Jogja pada musim kompetisi 2026/2027 ini ternyata bukan proses yang terjadi secara tiba-tiba. Bek asal Republik Ceko itu mengaku sudah mengetahui PSIM dan sosok Jean Paul Van Gastel sejak bursa transfer paruh musim BRI Super League 2025/2026 lalu, atau periode Januari-Februari 2026.
Namun rencana itu belum bisa terealisasi saat itu. Kondisi keluarga menjadi alasan utama Rudzan menunda kepindahannya ke Indonesia, sebelum akhirnya kembali mendapat tawaran dari PSIM pada musim panas dan memutuskan bergabung di periode saat ini.
Baca Juga: Refleksi PSIM Jogja usai Kalah di GBT, Van Gastel Jelaskan Strategi Pergantian Pemainnya
Rudzan mengatakan, dirinya sudah mendengar mengenai PSIM dan Van Gastel sejak musim dingin. Dalam konteks kompetisi Indonesia, periode itu bertepatan dengan bursa transfer paruh musim BRI Super League 2025/2026 yang berlangsung pada 10 Januari hingga 6 Februari 2026.
"Sejak musim dingin, saya sudah dengar tentang penjajakan tawaran, juga pelatih dan PSIM. Namun saat itu tidak memungkinkan karena istri saya sedang hamil dan kehamilannya berisiko. Jadi saya tidak bisa pergi," kata Rudzan, Senin (14/9).
Baca Juga: PSIM Jogja Kalah 0-1 dari Persebaya, Kartu Merah Adrian Purczycki Jadi Titik Balik Pertandingan
Keputusan itu membuat kepindahan Rudzan ke PSIM harus tertunda. Pemain kelahiran 25 Juli 1998 itu akhirnya mendapatkan kembali kesempatan untuk bergabung beberapa bulan kemudian, ketika PSIM kembali memberikan tawaran pada musim panas 2026 di periode Juli 2026.
Situasi itu akhirnya berubah setelah Rudzan memutuskan menerima tawaran Laskar Mataram. Ia kemudian resmi bergabung pada Juli 2026 untuk menjalani petualangan pertamanya di sepak bola Indonesia.
"Dalam sepak bola, semua bisa berubah dengan cepat. Saya mendapat tawaran pada musim panas, kemudian kami memutuskan untuk menerimanya dan sekarang saya berada di sini," ujarnya.
Baca Juga: PSIM Jogja Kembali ke GBT Lawan Persebaya Surabaya dengan Misi Ulangi Memori Musim Lalu
Keputusan datang pada musim panas itu sejauh ini mulai memberikan indikasi positif bagi Rudzan. Setelah bergabung dengan PSIM untuk menghadapi BRI Super League 2026/2027, pemain yang dapat bermain sebagai bek kiri, bek tengah, maupun gelandang bertahan itu langsung mendapatkan kepercayaan dari Van Gastel.
Hingga pekan kedua kompetisi, Rudzan telah dua kali tampil sebagai starter untuk PSIM. Dalam dua pertandingan itu, ia dipercaya mengisi posisi bek kiri, termasuk ketika menghadapi Persita Tangerang pada laga pembuka dan Persebaya Surabaya pada pekan kedua.
Kepercayaan itu menjadi awal yang cukup baik bagi Rudzan dalam menjalani musim pertamanya di Indonesia. Sebelumnya, ia mengaku ingin segera beradaptasi dengan lingkungan baru sekaligus memenuhi ekspektasi yang diberikan staf kepelatihan PSIM.
"Saya ingin terbuka dan beradaptasi secepat mungkin. Saya pikir semua akan baik, meski masih bisa lebih baik lagi. Saya ingin menjadi yang terbaik yang saya bisa," tutur Rudzan. (iza/laz)
Sumber : Radar Jogja