SLEMAN - Perasaan emosional tengah menyelimuti Pelatih Kepala PSS Sleman Pieter Huistra menjelang bergulirnya Super League 2026/2027. Arsitek tim asal Belanda itu akhirnya bisa kembali mendampingi Laskar Sembada secara langsung dari pinggir lapangan setelah musim lalu hanya memantau laga dari tribun VIP.
Diketahui pada kompetisi Champions League 2025/2026 lalu, Huistra yang menjabat sebagai direktur teknik PSS sempat terbentur regulasi. Pelatih berusia 59 tahun itu dilarang duduk di bench pemain, sehingga terpaksa mengamati jalannya laga dari kejauhan.
Baca Juga: Sudah 95 Persen, PSS Sleman Siap Tampil di Laga Pembuka Super League Musim 2026/2027
Oleh karena itu, kembali berdiri di technical area diakuinya membawa kenyamanan tersendiri. Mantan pelatih Borneo FC ini menilai, berada di sisi lapangan membuatnya lebih responsif dalam memberi instruksi maupun meracik taktik secara instan dalam menghadapi kompetisi Super League musim 2026/2027 nanti.
"Saya sangat antusias bisa kembali berada di pinggir lapangan. Bagi saya, itu jauh lebih baik dan terasa lebih nyaman," bebernya, Kamis (27/8).
Baca Juga: Jadikan Gombong Kawasan Sejarah dan Wisata, Pangdam Beri Restu Revitalisasi Benteng Van Der Wijck
Kembalinya di bench pemain itu bisa membuat Husitra lebih dekat dengan permainan dan bisa mengambil keputusan dengan cepat. Mengingat kalau dari tribun, tentu tidak bisa semudah itu.
Tak hanya itu, sembari bercanda, pelatih berusia 59 tahun ini menyebut kembalinya ke pinggir lapangan juga menjadi kabar baik bagi para penonton di tribun.
"Saya kira para penonton di tribun juga senang. Mereka tidak perlu lagi duduk di sebelah orang yang terus berteriak seperti orang gila sepanjang pertandingan," jelasnya. (ayu/laz)
Editor : Herpri KartunSumber : Radar Jogja