JOGJA - Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul baru saja mendapat nilai 74,92 persen dalam proses penilaian risiko ulang atau re-risk assessment sistem manajemen pengamanan tingkat stadion untuk menghadapi kompetisi BRI Super League musim 2026/2027.
Penilaian itu dilakukan Manajemen dan Match Organizing Committee (MOC) PSIM Jogja bersama Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda DIJ. Hasil itu menempatkan SSA dalam kategori baik, meski masih terdapat sejumlah rekomendasi perbaikan yang perlu ditindaklanjuti sebelum kompetisi resmi bergulir.
Baca Juga: Dua Iklan Rokok di Jalan Protokol Disegel, Satpol PP Jogja: Ditutup sampai Konten Diturunkan
Manajer operasional PSIM Jogja Wendy Umar Seno Aji mengatakan, bahwa proses penilaian mencakup sejumlah aspek infrastruktur dan fasilitas keselamatan di dalam maupun sekitar stadion.
"Pihak Ditpamobvit sudah memeriksa detail tribun penonton, pintu darurat, jalur evakuasi, hingga memastikan kelayakan ragam fasilitas keselamatan untuk kelompok penyandang disabilitas saat pertandingan," ungkapnya, Selasa (25/8).
Selain aspek infrastruktur, tim penilai juga telah memberikan sejumlah catatan berkaitan dengan fasilitas medis dan kesehatan. "Selain itu, ada pula beberapa rekomendasi terkait fasilitas medis dan kesehatan yang diperuntukkan untuk seluruh pihak terkait," ujar Wendy.
Baca Juga: Air Bersih 15 Ribu Liter Per Hari untuk 1.000 Penyintas Gempa Nagekeo, NTT Disalurkan Selama 60 Hari
Catatan hasil risk assessment itu kini menjadi pekerjaan yang perlu diselesaikan MOC dan manajemen PSIM sebelum pertandingan resmi dimulai. Salah satu aspek yang mendapat perhatian adalah pola pengamanan di sekitar stadion, termasuk pengaturan akses dan kantong parkir.
Wendy menyebutkan, manajemen PSIM saat ini terus berproses untuk bisa mengoptimalkan berbagai hal-hal krusial yang ada di SSA. "Manajemen sedang menata ulang seluruh area kantong parkir sekaligus mempertegas pola pemisahan jalur akses masuk kendaraan roda dua maupun roda empat pada hari pertandingan," paparnya.
Baca Juga: Mahasiswa Kedepankan Gerakan Intelektual, Tak Mau Terjebak Aksi Provokatif Akhir Agustus
Selain pengaturan lalu lintas di area luar stadion, rekomendasi juga menyangkut kesiapan personel dan pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pertandingan ketika menghadapi situasi darurat.
Di sisi lain, Ketua MOC PSIM Jogja Ermantino Handokomulyo mengatakan, dari hasil penilaian itu dapat menjadi acuan bagi panitia dalam menghadapi kondisi darurat selama pertandingan. "Rekomendasi ini tentu sangat bermanfaat bagi MOC sebelum kompetisi bergulir, sehingga bisa menjadi pedoman dan petunjuk dalam melakukan mitigasi serta tepat dalam mengambil keputusan pada saat kondisi darurat," tuturnya.
MOC dan manajemen PSIM selanjutnya akan melakukan perbaikan berdasarkan rekomendasi yang diberikan dalam penilaian itu.
Ermantino menjelaskan, pihaknya tentu akan terus berkoordinasi dan berupaya melakukan perbaikan sesuai dengan hasil rekomendasi. "Kami berharap semuanya bisa segera rampung sebelum kompetisi dimulai," sebutnya.
Dibandingkan penilaian musim sebelumnya, nilai yang diperoleh SSA mengalami peningkatan. Pada risk assessment sebelumnya, stadion itu mencatat nilai 73,46 persen, atau naik 1,46 poin pada penilaian kali ini.
Baca Juga: Dua Reklame Iklan Rokok di Jalan Protokol Sudah Disegel Satpol PP Kota Jogja
Hasil penilaian itu akan menjadi salah satu acuan evaluasi penyelenggaraan pertandingan PSIM di SSA sepanjang musim 2026/2027. Terutama dalam aspek keamanan, keselamatan, fasilitas pendukung, serta kesiapan menghadapi kondisi darurat.
"Hasil risk assessment tahun ini meningkat dari 73.46 jadi 74.92 persen. Ini berkat kerja sama dan dukungan berbagai pihak, juga bentuk komitmen MOC dan manajemen PSIM dalam meningkatkan jaminan keamanan dan keselamatan bagi pendukung setia PSIM," tandasnya. (iza/laz)
Editor : Herpri KartunSumber : Radar Jogja